- - - -
Facebook  Twitter  Google+

02/04/2015

Mahasiswa Sumekar Raya Tuntut Presiden Jokowi Turun Jabatan


lintasmaduranews - Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Sumekar Raya (Mahasurya) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Sumenep, Kamis (02/04/15). Mereka menuntut Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) turun dari jabatannya.

Para mahasiswa menilai, kepemimpinan Jokowi hanya bisa mencekik rakyat. Salah satu buktinya, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, naik turun seperti celana dalam.

"Jokowi tidak tegas sehingga kebijakan penentuan harga BBM bersubsidi. Naik turun seperti celana dalam. Padahal itu sangat memberatkan masyarakat," kata korlap aksi Mahasurya, Bisrie Gie.

Selain berorasi, mahasiswa juga membawa poster berisi kecaman terhadap kepemimpinan Jokowi. Bahkan mahasiswa juga membawa keranda mayat serta foto Jokowi, dan melakukan salat ghaib.

Keranda mayat dan salat ghaib itu sebagai simbol matinya kepemimpinan Joko Widodo. Menurut mahasiswa, sebelum Jokowi menjadi Presiden, terkesan sangat merakyat. Tetapi setelah dilantik menjadi Presiden, justru mencekik rakyat dengan menaikkan harga BBM.

"Harga BBM bersubsidi ini sangat menentukan stabilitas harga kebutuhan yang lain. Kalau harga BBM naik turun, pasti dampaknya besar terhadap yang harga-harga kebutuhan pokok lainnya," ungkap Bisrie.

Para mahasiswa tidak ditemui anggota DPRD Sumenep, karena tengah menjalani masa reses. Para mahasiswa ditemui Sekretaris DPRD, Moh Mulki.

"Kami akan menyampaikan aspirasi adik-adik mahasiswa ini ke anggota dewan. Saat ini anggota dewan masih masa reses," ujarnya.

Puas mendapatkan penjelasan dari Sekretris DPRD, para mahasiswapun membubarkan diri dengan tertib, dan meletakkan keranda mayat di depan kantor DPRD setempat.(beritajatim)