- - - -
Facebook  Twitter  Google+

02/04/2015

Masyarakat Kepulauan Sumenep Merasa Dianaktirikan


lintasmaduranews - Timpang tindihnya pembangunan infrastruktur antara wilayah daratan dan kepulauan di kabupaten Sumenep, Madura mendorong masyarakat terpencil, khususnya kepulauan angkat bicara.

Tokoh Masyarakat kepulauan Sapeken, Ustad Dailami mengatakan, untuk mengukur maju tidaknya pembangunan di suatu daerah jangan dilihat dari wilayah perkotaan saja, tetapi harus dilihat dari kecamatan–kecamatan yang ada, terutama di wilayah kepulauan.

“Kami terus terang meras cemburu dan di anak tirikan , bagaimana tidak, kondisi kami jauh berbanding terbalik dengan wilayah di daratan,” jelasnya kepada Radio Republik Indonesia, Kamis (2/4/2015).

“Seperti halnya di Sapeken dan pulau-pulau kecil lainnya, jika kita lihat kondisinya sangat memprihatinkan, infrastruktur yang rusak dan sebagainya,” tandasnya.

Seharusnya pemkab, lanjut ust Dailami benar–benar serius dalam membangun infrastruktur di wilayah kepulaun. Selama ini diakui Dailami, jika sudah ada sentuhan perbaikan infrasturktur di Sapeken, akan tetapi dirasa belum maksimal.

“Kalau di daratan kan sudah hampir seratus persen ya mendapat perhatian dari pemkab, nah kalau kami,” ujar Dailami.

“Selain itu kepada para pemangku jabatan hendaknya amanh lah, kalau jatah untuk infrastruktur seratus ya seratus, jangan dipotong dan nggak sampai segitu jumlahnya. Akibatnya kan jalan cepat rusak, tangkis laut juga cepat rusak,” keluh Dailami.

Kedepan dirinya meminta pemkab Sumenep lebih memperhatikan lagi kondisi di pulau Sapeken dan pulau – pulau lainnya, sehingga pembangunan di kepulauan tidak jauh berbeda dengan wilayah daratan.

“Bukan minta di istimewakan, tetapi tolonglah beri sedikit kepedulian, agar setidaknya kita sama dengan di darat,” pungkasnya. (rri)