- - - -
Facebook  Twitter  Google+

01/04/2015

Penyelsaian Pembangunan Pasar Anom Tidak Jelas, Perkios Harus Bayar Rp.160 Juta


lintasmaduranews - DPRD Sumenep mempertanyakan kejelasan pembangunan pasar anom kepada Pemkab Sumenep. Pasalnya pasca kebakaran beberapa waktu lalu hingga saat ini belum ada kepastian tentang selesainya pembangunan di pasar tradisional terbesar di Kabupaten Sumenep, Madura itu.

“Sampai sekarang belum ada kepastian kapan selesainya,” ujar Badrul Aini anggota Komisi II DPRD Sumenep kepada Radio Republik Indonesia, Rabu (1/4/2015).  

Menurutnya, selain belum jelas kapan selesainya pembangunan di pasar tersebut, pembagian kios-kiosnya juga jangan sampai dijadikan ladang untuk mendapatkan keuntungan pribadi pihak tertentu.

“Jangan sampai toko atau kios di pasar anom dimanfaatkan pihak-pihak tertentu. Logikanya saja masak ukuran 4x4 meter harus bayar Rp 160 juta,” tukasnya.  

“Logikanya kemana, lagian itu bukan hak milik loh, hanya hak guna saja, lalu masyarakat diminta bayaran sebesar itu. Kami (Komisi II, red) akan benar-benar mengawal permasalahan ini, sebagai bentuk kepedulain kami,” pungkas Badrul. (rri)