- - - -
Facebook  Twitter  Google+

01/04/2015

Seorang Paman Cabuli Keponakannya di Persawahan


lintasmaduranews - Seorang paman di Desa Balongwono, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto tega mencabuli keponakannya sendiri. Aksi pencabulan tersebut dilakukan Sugiono (42) terhadap bocah perempuan, T (8) dilakukan saat siang hari di area persawahan desa setempat.

Tak terima dengan kejadian tersebut, ibu korban, Saminah melaporkannya ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto. "Aksi pencabulan tersebut terjadi pada Rabu, tanggal 25 Maret lalu tersebut terjadi siang hari setelah korban pulang dari sekolah," ungkapnya, Rabu (01/03/2015).

Masih kata Saminah, antara rumahnya dengan pelaku tepat di depan rumahnya. Usai pulang dari sekolah, Saminah meninggalkannya di rumah untuk ditinggal berjualan jamu sehingga T sendirian di rumah. Saat itu, T diajak jalan-jalan naik motor oleh pelaku dan sempat dibelikan kue.

"Di tengah jalan, anak saya dibawa ke sebuah areal persawahan yang sepi. Di sawah tersebut, anak saya dicabuli. Kata anak saya, kemaluannya dipegangi dan dimasuki jari tangan pelaku. Sore harinya, anak saya merasakan sakit di kemaluannya," katanya.

Samirah menjelaskan, korban yang masih duduk di kelas II Madrasah Ibtidaiyah kemudian didesak dan mengaku telah dicabuli pelaku. Usai mendengarkan keterangan korban, ia dan kerabat akhirnya membawa korban ke Rumah Sakit Islam (RSI) Sakinah, Kecamatan Sooko untuk visum dan hasil visum menunjukkan ada selaput yang robek.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Sony Setyo Widodo membenarkan laporan dugaan tindak pidana pencabulan tersebut. "Korban dan keluarganya masih menjalani pemeriksaan di Unit PPA. Selain korban dan orang tuanya, kita akan memanggil terduga pelaku cabul yang masih paman korban," jelasnya.

Kasat menambahkan, jika terbukti, pelaku terancam pidana penjara dan denda sebagaimana diatur dalam pasal 81 dan pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara minimal tiga tahun dan maksimal 15 tahun serta denda minimal Rp60 juta dan maksimal Rp300 juta. (beritajatim)