- - - -
Facebook  Twitter  Google+

30/06/2015

Kuliner Sumenep, Nikmatnya Buka Puasa Ikan Bakar Segar


lintasmaduranews - Salah satu sajian khas Sumenep yang bisa menjadi pilihan menu andalan saat berbuka puasa adalah ikan bakar segar.

Kuliner yang menggoyang lidah ini bisa dengan mudah ditemui di sepanjang jalan lingkar timur. Warung-warung bambu yang berjajar di pinggir jalan, menawarkan menu serupa. Ikan bakar khas Sumenep.

Beragam ikan segar ditawarkan untuk dibakar langsung di tempat. Mulai kakap merah, dorang, tongkol, gurami, dan kerapu. Pengunjung bisa memilih sendiri jenis ikan yang disuka, sekaligus memilih ukuran ikan sesuai keinginan. Penjual akan membakar ikan yang telah dipilih pengunjung, langsung di warung bambunya.

Yang membuat khas rasa ikan bakar ini bukan sekedar bumbunya. Tapi cara membakarnya. Karena tidak menggunakan arang, melainkan dengan batok kelapa yang dipecah kecil-kecil. Batok kelapa itu menggantikan fungsi arang untuk membakar ikan.

"Kalau pakai arang, hasilnya gak bagus. Hitam-hitam. Kalau pakai batok kelapa kan ikannya tetap terlihat cantik. Selain itu juga baunya harum," tutur Mutmainnah (45), salah satu penjual ikan bakar.

Ia menceritakan, sejak bulan Ramadan, warung ikan bakarnya makin laris manis. Dalam sehari, minimal 100 ekor ikan, ludes. Padahal ia baru membuka warung sekitar jam 14, dan selepas Maghrib barang dagangannya telah habis terjual.

"Ya Alhamdulillah. Mungkin ini berkah Ramadan. Kalau biasanya saya buka mulai siang hingga tengah malam. Sekarang setelah Mahgrib sudah habis," ujarnya sambil tersenyum.

Mutmainnah berkisah, awalnya dirinya menjual ikan bakar di kawasan pegaraman Pinggir Papas. Namun relatif sepi pembeli. Karena itu, ia memutuskan untuk pindah ke sentra ikan bakar di jalan lingkar timur. Sejak pindah disini, dagangannya laris manis.

"Ya Alhamdulillah. Rejeki saya disini. Resepnya cuma satu sebenarnya. Saya selalu menyajikan ikan yang benar-benar masih segar. Bukan ikan kemarin. Mangkanya rasanya juga lebih menggigit," ucapnya.

Di warung-warung bambu di sepanjang jalan lingkar ini, pengunjung bisa menikmati ikan bakar di tempat, atau bisa juga dibungkus untuk dimakan bersama keluarga di rumah. Hampir semua warung ikan bakar ini menyediakan nasi untuk disantap bersama ikan bakar. Selain itu, juga disediakan sambal yang benar-benar membuat 'lidah bergoyang'.

"Kalau saya menyediakan nasi putih dan nasi jagung. Pembeli bisa memilih, ingin makan ikan bakar dengan nasi putih atau nasi jagung. Terus sambalnya juga dua macam. Ada sambal bajak, ada sambal kecap. Kalau sambal kecap, dikasih rajangan cabai kecil, bawang merah, dan ulekan kacang tanah. Pembeli bisa memilih, ingin sambal yang mana. Dua-duanya sama-sama cocok untuk makan ikan bakar," katanya menjelaskan.

Kalau tertarik mencoba menu ikan bakar segar ini, tidak perlu khawatir 'kantong bolong'. Karena harganya sangat bersahabat. Untuk ikan tongkol ukuran kecil, hanya dibandrol Rp 8 ribu. Ikan dorang Rp 10 ribu. Untuk ukuran sedang, kakap merah diberi harga Rp 20 ribu.

"Kalau dimakan ditempat, ikan tongkol ukuran sedang lengkap dengan nasi dan sambalnya, cuma Rp 20 ribu. Gak mahal kok. Karena ini benar-benar ikan bakar segar dengan bumbu spesial," ujar Mutmainnah mempromosikan dagangannya.