- - - -
Facebook  Twitter  Google+

25/07/2015

Inilah Tanggapan Kapolri, Mendagri dan Wagub Jatim Terkait Pembentukan Provinsi Madura

lintasmaduranews - Musyawarah Besar (Mubes) IV Masyarakat Madura se - Indonesia yang salah satunya membahas pembentukan Provinsi Madura, mendapat tanggapan dari Kapolri Jendral (Pol) Badrodin Haiti, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahyo Kumolo, dan Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf.

Ia mengatakan, pembentukan Provinsi Madura bukan hanya sekedar untuk bagi-bagi jabatan, melainkan memberdayakan potensi yang dimiliki Madura, semacam Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam guna percepatan pembangunan Madura.

"Jangan sekedar bagi - bagi jabatan. Tapi apa yang bisa diberdayakan dari Madura, itu yang harus dimaksimalkan," katanya saat menghadiri Musyawarah Besar (Mubes) IV Masyarakat Madura di Gedung Cakra Universitas Trunojoyo Madura, Bangkalan, Sabtu (25/7/2015).

Ia menegaskan, untuk menyejahterakan masyarakat Madura tidak harus mendirikan kabupaean baru. Apalagi hingga pembentukan provinisi baru.

"Harus betul - betul dipikirkan apa keuntungan dan kerugiannya jika membentuk provinsi baru," tegasnya.

Menurut pria kelahiran Jember itu, potensi Madura berkembang sebagai kawasan industri sangat besar. Mengingat sebagai kawasan terdekat dengan Surabaya dan memiliki akses cepat melalui Jembatan Suramadu.

"Pasti akan banyak investor masuk ke Madura. Seperti industri di kawasan Pasuruan, Mojokerto, dan Gresik. Tinggal bagaimana pemkab sini. Saya yakin Madura bisa maju jika ada komitmen," tandasnya.

Tidak jauh beda dengan Kapolri, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahyo Kumolo juga menanggapi pembentukan Provinsi Madura. Ia mengatakan, membangun Madura bisa dengan mengoptimalkan Madura tanpa membentuk provinsi.

"Untuk membangun Madura tidak harus membentuk propinsi. Namun, mengoptimalkan Madura itu yang penting, kalau perlu beberapa dinas propinsi taruklah di Madura, pelebaran dan perluasan Tanjung Perak buatlah di Madura," katanya kepada sejumlah wartawan, di gedung Cakra UTM.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf menyatakan, perihal yang lebih mendesak adalah bagaimana menindaklanjuti peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Fokus pada peningkatan SDM Dulu. Semua anak Madura harus sekolah tinggi. Begitu juga keterjaminan kesehatan," kata Gus Ipul, sapaan akrabnya.

Namun, dirinya tidak mempermasalahkan aspirasi yang disampaikan masyarakat Madura dalam Mubes IV kali ini.

"Biarkan saja ini mengalir. Siapa tahu ke depan memang diperlukan," pungkasnya.