- - - -
Facebook  Twitter  Google+

24/07/2015

Sumurisasi Belum Dikerjakan, 200 Dusun Terancam Kekeringan

lintasmaduranews - Krisis air bersih yang diperkirakan akan menimpa 200 Dusun di 80 Desa di Pamekasan pada musim kemarau ini, nampaknya tidak akan tertanggulangi karena porgram sumurisasi senilai Rp 5,1 Miliar, tak kunjung dikerjakan.

Kondisi ini terbentur tidak adanya Sertifikat Badan Usaha (SBU) rekanan dan pengaruh kenaikan harga BBM, sehingga berdampak pada gagalnya proses lelang yang sedianya digelar 2014.

"Kemungkinannya pada akhir 2015 mendatang, sumur bor itu sudah bisa dirasakan manfaatnya. Saat ini proyek ini sudah masuk proses lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Pamekasan," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang (PU Cikatarung) Pamekasan, Muharram, Jumat (24/7/2015).

Catatan Surya, anggaran pembuatan sumur bor sebesar Rp 5,1 miliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2014. Terdiri dari dana reguler Rp 2.515.601.000 dan dana tambahan Rp 2.509.689.600.

Seperti diberitakan sebelumnya, mulai Agustus – Oktober 2015 sudah memasuki musim kemarau. Dampaknya, sebanyak 200 Dusun di 80 desa di 10 kecamatan di Pamekasan, terancam kekeringan.

Untuk menanggulangi krisis air bersih itu, Kepala Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, Akmalul Fidaus, akan bekerjasama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pamekasan, untuk mendistribusikan air bersih ke daerah rawan kekeringan.