- - - -
Facebook  Twitter  Google+

03/08/2015

10 Pemain Volli Tidak Diperkenankan Berbain di Kejurda Jatim

lintasmaduranews - Sebanyak 10 pemain tidak diperkenankan turun pada Kejuaraan provinsi Daerah (Kejurda) bola voli Jawa Timur (Jatim), 25-28 Agustus mendatang di Bangkalan. Mereka 'dicekal' karena sudah menyandang status penghuni Puslatda atau pemain profesional.

Mereka yang tidak boleh turun di Kejurprov antara lain, Anang Sugiarto (Surabaya/Pemain Proliga), Rendy Febrian Tamamilang (Surabaya/Pemain Nasional), Indra Dika Cahyawan (Sidoarjo/ Pemain Puslatda). Yolana Betha Pangestih (Kab Kediri/ Pemain Proliga dan Puslatda).

Khaliza Azilia Rahma (Gresik/Pemain Proliga, Livoli dan Puslatda), Eliya Antariksa (Gresik/Pemain Proliga dan Puslatda), Niken Larasati (Gresik/Pemain Livoli), Kinanti Seta (Banyuwangi/Pemain Proliga), Megawati Hangesti (Surabaya/Pemain Puslatda dan Livoli), dan Lola Aprillis (Jember/Pemain Puslatda).

Wakil Sekretaris Umum Pengprov PBVSI Jatim, Deddy Whinata menjelaskan Kejurprov bisa menjadi pembuktian kualitas pembinaan di daerah. Pembatasan untuk menurunkan atlet Pelatnas, Puslatda, Proliga dan Livoli merupakan hasil rapat kerja pengprov PBVSI Jatim tahun 2015.

"Tujuannya memberi kesempatan daerah untuk menunjukkan kualitas potensi atletnya," ucap Deddy. Deddy menambahkan bahwa Kejurprov adalah ajang seleksi atlet Jatim yang diproyeksikan turun di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) junior, Oktober mendatang di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

"Setelah dilaksanakan Kejuada ini, atlet yang terjaring dalam pemantauan oleh tim pemandu bakat akan dipanggil untuk diseleksi kembali," jelasnya.