- - - -
Facebook  Twitter  Google+

13/08/2015

DPKS Temukan Banyak SDN Hanya Memiliki 3 Ruang Kelas

lintasmaduranews - Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) menemukan sejumlah Sekolah Dasar (SD) Negeri di daerahnya yang tidak ideal. Pasalnya, ruang kelas yang tersedia tidak menuhi standar minimal yaitu tiga ruang kelas, itupun kondisinya memprihatinkan.

Anggota DPKS, Ahmad Firdaus mengatakan, idealnya jumlah ruang kelas SD sebanyak 6 ruang ditambah satu ruang untuk guru dan kepala sekolah, namun dari hasil temuannya dilapangan justru banyak SD yang hanya memiliki 3 ruang. ”Sejumlah sekolah tersebut diantaranya SDN Daramista 3, SDN Ellak Daya Kecamatan Lenteng, dan diwilayah Kecamatan Guluk-guluk serta Rubaru. Ruang kelasnya banyak rusak, bahkan tinggal tiga lokal, itupun sudah parah,” ungkap Firdaus, Kamis (13/8/2015).

Firdaus menengarai di daerah lain terutama kepulauan juga banyak SD Negeri yang memiliki tiga ruang kelas, bahkan kondisinya rusak parah. Dengan banyaknya SD yang kekurangan lokal menunjukkan bahwa Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep kurang serius mengurusi pendidikan, padahal di tahun 2015 ini sesuai target pemerintah, persoalan fisik harus tuntas, sehingga lebih fokus pada peningkatan mutu.

”Mestinya di tahun ini sudah tidak lagi mengurus masalah pendidikan, sehingga lebih fokus pada persoalan mutu. Bagaimana, pendidikan di daerah ini akan maju, kalau pelaku pendidikan masih disibukkan dengan fisik sekolah,” ujarnya.

Firdaus mengemukakan, anggaran pendidikan di Kabupaten Sumenep ini sangat banyak, namun kualitas pendidikan tidak berjalan maksimal. Sebab, selama ini cenderung disibukkan dengan persoalan fisik. ”Kami meminta Disdik segera mengatasi persoalan tersebut dengan melakukan perbaikan sekaligus menerapkan regrouping sekolah pada SD yang jumlah siswanya tidak memenuhi standart minimal,” desak Firdaus.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Sumenep, Fajarisman mengakui jika di daerahnya banyak sekolah yang gedungnya rusak, bahkan hanya tinggal tiga ruang. Kondisi tersebut tentu akan mempengahi terharap pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah setempat. ”Kami berkomitmen untuk memenuhi semua sekolah yang gedungnya rusak termasuk yang hanya memiliki tiga lokal secara bertahap sesuai kekuatan anggaran,” terangnya.