- - - -
Facebook  Twitter  Google+

26/08/2015

Dua PNS di Sumenep Dipecat

lintasmaduranews - Sebanyak dua pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan pemkab Sumenep, Madura dipecat, karena  oknum PNS tersebut melakukan pelanggaran berat, tidak masuk kantor  lebih dari 46 hari kerja dalam setahun.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sumenep, Titik Suryati Sumenep mengemukakan,  dalam Peraturan Pemerintah PP 53, oknum PNS yang tidak masuk lebih dari 46 hari di dalam se tahun, merupakan pelanggaran berat. "Yang jelas dua orang. Namanya tidak usah dipublikasikan ya," ucapnya kepada RRI.

Menurutnya, pemberhentian itu tidak dilakukan sekaligus, melainkan telah melalui tahapan. Mulai dari proses teguran, hingga sanksi paling akhir pemberhentian.

"Tentu saja prosesnya jalan, tidak serta merta diberhentikan. Pembinaan tentu saja sudah dilakukan sebelumnya," ungkapnya.

Mantan Kabag Hukum Pemkab Sumenep ini menuturkan,  proses pemberian sanksi kepada PNS disesuaikan dengan kadar kesalahannya. Yakni, mulai dari ringan, sedang hingga berat. "Untuk ringan dan sedang melekat pada pimpinan SKPD masing-masing," tuturnya.

Kendati demikian, pihaknya meminta peran serta semua pimpinan Satker untuk mengawasi anak buahnya. Tentu saja dengan melakukan pembinaan. "Kami minta semua pimpinan awasi anak buahnya. Jangan melindungi sebab, dipastikan bisa kena juga," pungkasnya.