- - - -
Facebook  Twitter  Google+

05/08/2015

Gus Mus Dipilih Kembali Jadi Rais Aam PBNU

lintasmaduranews - KH Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus kembali ditetapkan menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama untuk periode 2015-2020.

Ditetapkannya Gus Mus sebagai pemimpin tertinggi NU itu adalah hasil dari musyawarah yang dilakukan oleh sembilan kiai yang tergabung dalam Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa). Rapat penentuan itu sendiri berlangsung di Alun-Alun Jombang yang baru berakhir Rabu (5/8) malam sebagaimana dikutip dari NU Online.

Keputusan penetapan Gus Mus sebagai Rais Aam PBNU ditandatangani anggota Ahwa yaitu KH Ma’ruf Amin, KH Nawawi Abdul Jalil, TGH Turmudzi Badruddin, KH Khalilurahman, KH Dimyati Rais, KH Ali Akbar Marbun, KH Makhtum Hannan, KH Maimoen Zubair, dan KH Mas Subadar.

Penetapan itu dibacakan oleh Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul. Gus Ipul yang juga Wakil Gubernur Jawa Timur itu adalah Ketua Panitia Muktamar NU ke-33 di Jombang. Pada penetapan itu disebutkan bahwa Gus Mus sebagai Rais Aam PBNU didampingi KH Makruf Amin sebagai Wakil Rais Aam. Kemudian pemimpin sidang meminta forum untuk membacakan surat Alfatihah atas penetapan itu.

KH Mustofa Bisri sebelumnya mengatakan tak berharap kembali menjadi Rais Aam. Pernyataan itu disampaikan Gus Mus,  lewat pidato mengharukan yang membuat para muktamirin terdiam. Usai pidato itu, Muktama NU berlangsung relatif dingin setelah sebelumnya sempat ricuh.

Gus Mus yang dikenal juga sebagai penyair ini dalam pidatonya yang emosional penuh haru itu mengatakan, bahwa posisi Rais Aam yang membuatnya dalam posisi seperti ini. Jabatan ini disebutnya diterimanya karena KH Sahal Mahfud wafat sehingga dirinya yang memikul beban ini. "Saya pinjam telinga anda, doakan saya, ini terakhir saya menjabat jabatan yang tidak pantas bagi saya. Dengarkanlah saya sebagai pemimpin tertinggi anda,” ujarnya.

Peserta muktamar makin tidak ada yang bersuara. Semua diam mendengarkan nasihat dari sosok yang paling dihormati dan disegani di NU. Bukan hanya karena posisinya sebagai Rais Aam, tetapi lebih dari pada pribadinya yang boleh dibilang selalu jernih dalam memandang persoalan. Lebih karena pribadi di mana apa yang diucapkan selalu sama dengan apa yang dilakukan.

Gus Mus sebelumnya dipilih untuk menjadi Rais Aam PBNU karena Rais Aam sebelumnya, KH Sahal Mahfudz meninggal dunia. Gus Mus berulang kali menyatakan jika bukan karena Kiai Sahal meninggal, dirinya tidak akan menerima posisi Rais Aam.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa ada dua nama lain yang masuk dalam calon Rais Aam PBNU. Mereka adalah KH Hasyim Muzadi yang sebelumnya adalah Ketua Umum PBNU dan KH Maimun Zubair atau akrab disapa Mbah Mun. Mbah Mun memang tokoh penting di NU.

Salah satu ‘aksi’ Mbah Mun yang menarik perhatian adalah dia berdiri dari kursi rodanya ketika Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan saat pembukaan. Ini adalah bukti bahwa NU adalah pendukung utama Negara Kesatuan Republik Indonesia yang majemuk dan terus membentuk diri ini.

Sumber : cnn