- - - -
Facebook  Twitter  Google+

03/08/2015

Hari Ini KPK Periksa Gubernur Sumatra Utara dan Istri Mudanya

lintasmaduranews - KPK hari ini menjadwalkan pemeriksaan terhadap Gubernur Sumatera Utara,Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya EvySusanti sebagai tersangka kasus suap hakim PTUN Medan. Surat panggilan untuk Evy dan Gatot sudah dilayangkan selang sehari penetapan Gatot dan Evy sebagai tersangka.

"Surat panggilan untuk tersangka GPN dan ES sudah dikirimkan, dijadwalkan akan diperiksa hari Senin," kata Plt Pimpinan KPK, Johan Budi, Minggu (2/8/2015).

KPK berharap agar Gatot dan Evy bisa memenuhi panggilan sebagai tersangka. Soal kemungkinan apakah pasangan suami istri itu akan langsung ditahan usai diperiksa perdana sebagai tersangka, Johan belum mau menjawab jelas.

"Kalau menurut subjektivitas penyidik perlu penahanan maka dilakukan penahanan, tapi sampai saat ini GPN maupun ES belum diperiksa sebagai tersangka," tegas Johan.

KPK telah menetapkan Gubernur Sumatera Selatan Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya Evy Susanti sebagai tersangka penyuap hakim PTUN Medan. Uang suap yang diberikan OC Kaligis kepada hakim PTUN Medan disebut berasal dari Gatot.

Pengacara Gatot dan Evy, Razman Arief Nasution menegaskan bahwa kedua kliennya pasti akan datang memenuhi panggilan KPK.

"Pak Gatot dan Bu Evy pasti akan datang, saya pastikan itu. Sejak semalam Pak Gatot sudah di Jakarta," kata Razman saat dikonfirmasi, Senin (3/8/2015).

Sehari setelah menetapkan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya Evy Susanti sebagai tersangka kasus suap hakim PTUN Medan, KPK memang langsung melayangkan surat panggilan. Belum genap seminggu menyandang status tersangka, Gatot dan Evy langsung akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

Ada kemungkinan, usai pemeriksaan perdana ini Gatot dan Evy akan langsung ditahan, mengingat kasus ini adalah pengembangan dari hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT). Namun, Plt Pimpinan KPK, Johan Budi belum mau menjawab secara gamblang soal kemungkinan penahanan pasangan suami istri itu.

"Kalau menurut subjektivitas penyidik perlu penahanan maka dilakukan penahanan, tapi sampai saat ini belum diputuskan," tegas Johan.