- - - -
Facebook  Twitter  Google+

12/08/2015

Inilah 6 Menteri yang Diganti dan Menteri Baru

lintasmaduranews - Presiden Joko Widodo siang ini resmi melantik enam menteri baru di dalam jajaran Kabinet Kerja, Rabu, 12 Agustus 2015. Pelantikan berlangsung di Istana Negara siang ini berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 79/P/2015 tentang penggantian beberapa menteri.

Enam menteri baru yang dilantik itu adalah Darmin Nasution sebagai Menko Perekonomian, Rizal Ramly sebagai Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan yang akan merangkap jabatan sebagai Menkopolhukam dan Kepala Kantor Staf Presiden.

Sofjan Djalil juga dilantik untuk menggantikan Andrinof Chaniago sebagai Kepala Bappenas, sementara Rachmat Gobel digantikan oleh Tom Lembong. Pramono Anung diangkat untuk menggantikan Andi Widjajanto. Keenam menteri mengucap sumpah di depan Presiden dan rohaniwan di Istana Negara, Jakarta.

Menteri yang diberhentikan adalah Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofjan Djalil, Menteri Koordinator bidang Maritim Indroyono Susilo, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno. Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Kepala Bappenas/Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto juga masuk dalam daftar menteri yang diganti.

Pelantikan juga dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Partai NasDem Surya Paloh, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, serta anggota Kabinet Kerja lainnya.

Di Bursa Efek Indonesia usai pelantikan para pejabat baru tersebut, pada pukul 14.00 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tenggelam di zona merah. IHSG melorot 128,57 poin (2,78 persen) di posisi 4.494,02. Sedangkan rupiah berdasarkan data Bloomberg pukul 14.00 WIB masih terpuruk di posisi Rp 13.820 per dollar AS.

Chief Economist of Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih menyebutkan, bahwa respons pasar tak terlalu positif usai perombakan kabinet ini. Sebab, mayoritas dari enam pejabat pembantu presiden dan setingkat menteri yang akan menggantikan, berasal dari partai.

Sebut saja, kata Lana, mantan Menko Perekonomian pada era Presiden Abdurrahman Wahid, Rizal Ramli, mantan pejabat Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Thomas Lembong, serta elite politik PDI Perjuangan, Pramono Anung. Ketiganya dikabarkan akan menduduki kursi Menko Kemaritiman, Menteri Perdagangan, serta Sekretaris Kabinet.

“Aduh Thomas Lembong orang PDI-P. Sebaiknya jangan partai lah. Jangan terlalu obvious lah. Kalau ingin menunjukkan power, kan enggak apa-apa ya kalau di belakang layar,” ucap Lana berbincang dengan Kompas.com, Rabu (12/8/2015).

Menurut Lana, Thomas Lembong belum memiliki kapabilitas untuk duduk sebagai Menteri Perdagangan. Padahal, urusan perdagangan belakangan sangat pelik disibukkan dengan berbagai macam kebijakan importasi.

Lana khawatir, jika banyak menteri-menteri ekonomi yang dari partai tak memiliki kapabilitas di bidangnya, pasar bakal merespon negatif. Bisa-bisa, kata Lana, IHSG drop di bawah level 4.500. Dia memperkirakan IHSG akan terkoreksi di level 4.200.

Kendati demikian, Lana masih berharap, yang terpilih bisa memberikan bukti dalam tiga hingga enam bulan ke depan. Sedikit lega, Lana melihat, ada nama Darmin Nasution dalam bursa menteri kabarnya yang bakal dilantik, siang ini.

“Mudah-mudahan Pak Darmin bisa membuat koordinasi di fiskal-moneter. Rizal Ramli di Kemaritiman, mungkin enggak apa-apa. Kalau Thomas Lembong jangan lah. Kecuali dia kenal mafia-mafia di perdagangan enggak apa-apa lah,” seloroh Lana.