- - - -
Facebook  Twitter  Google+

26/08/2015

Jelang Pilkada, Bupati Sumenep Serahkan Bantuan Sebesar Rp 1,4 Miliar

lintasmaduranews - Menjelang Pilkada 2015, Pemerintah Kabupaten Sumenep memberi bantuan kepada sejumlah lembaga pendidikan baik formal maupun non formal di wilayah setempat dengan total bantuan sebesar Rp.1,4 miliar dari total anggaran bantuan sosial tahun ini sebesar Rp 3,7 miliar.

Bantuan tersebut merupakan satu upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam meningkatkan seluruh sektor yang ada di Sumenep, yakni dengan terus berupaya memperhatikan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satunya dengan berusaha memberikan bantuan ke sejumlah lembaga pendidikan baik formal maupun non formal di Sumenep.

“Sehingga, nantinya lembaga pendidikan tersebut bisa meningkatkan kualitas pendidikannya dengan baik.”ungkap Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si saat kegiatan pemberian bantuan keagamaan di Gedung KORPRI Sumenep, Rabu (26/8/2015).

Seperti halnya yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sumenep kepada para guru ngaji, serta para pengurus takmir Masjid dan Mushollah serta organisasi keagamaan lainnya di Sumenep. Sehingga, lembaga tersebut bisa terus menciptakan SDM yang kuat, anak yang cerdas pikirannya, kuat imannya dan terampil tangannya.

Dijelasakan, salah satu bukti yang telah dilakukan Pemkab Sumenep sejak tahun 2011 lalu, Pemkab Sumenep menyalurkan bantuan untuk guru ngaji dengan pagu Rp. 150 juta, dan di tahun 2015 ini sudah mencapai pagu Rp. 468 juta. Termasuk bantuan untuk Masjid di tahun 2011 dengan pagu Rp. 1 milyar 27 juta tahun ini menjadi Rp. 1 milyar 194.500 juta.

“Peningkatan tersebut tentunya juga disesuaikan dengan APBD perimbangan kebutuhan lainnya, seperti bidang kesehatan, penguatan ekonomi dan sebagainya.”tambahnya.

Sementara Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Setdakab Sumenep, Drs. Sahwan, Efendi, M.Si mengungkapkan, bantuan keagamaan yang diprogramkan tahun ini yakni bantuan untuk Masjid sebanyak 200 Masjid masing-masing Rp. 4 juta, untuk Mushollah sebanyak 290 masing-masing Rp. 2,5 juta, untuk guru ngaji sebanyak 845 orang masing-masing sebesar Rp. 500 ribu.

Disamping itu Pemkab Sumenep juga memberikan bantuan sejumlah lembaga, seperti Pondok Pesantren dan organisasi keagamaan lainnya yang ada di Sumenep.

“Kami harapkan penggunaannya sesuai dengan harapan pemerintah utamanya untuk lmbaga keagamaan dalam realisasinya nanti bisa sesuai dengan rencana proposal yang diajukan sebelumnya.”tandasnya.