- - - -
Facebook  Twitter  Google+

16/08/2015

Komentar Putra Soeharto Terkait Atribut PKI di Pamekasan

lintasmaduranews - Putra bungsu mendiang Presiden Kedua RI Soeharto, Hutomo Mandala Putra berkicau ihwal munculnya simbol palu arit dalam sebuah acara karnaval memperingati HUT Kemerdekaan RI di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Dalam lini masanya di twitter, Tommy -begitu ia akrab disapa- menilai kemunculan simbol yang pernah digunakan Partai Komunis Indonesia itu merupakan buah dari era kebebasan dan arus reformasi.

“Legalkan saja tak perlu setengah-setengah, bukankah era ini merupakan era kebebasan yang diidamkan para pejuang dan pendukung reformasi?” kicaunya dalam lini masa, Sabtu malam.

Menurut Tommy, kejadian yang cukup mencolok itu bukan merupakan sebuah kecolongn seperti yang diberitakan banyak media massa. Namun, sebuah gerakan yang didasari kesengajaan.

“Jelas jelas dalam acara itu banyak aparat yang mengawal, kenapa harus bilang kecolongan, orang buta saja tau itu sebuah kesengajaan,” kicaunya lagi.

Tommy nampakya begitu menjatuhkan perhatian besar terhadap munculnya sombol palu arit pada acara karnaval di Pamekasan. Sebanyak 13 kicauan ia tuliskan dalam lini masa akun twitter pribadinya.

“Demokrasi ala reformasi itu kan artinya bebas memilih, lalu apa salahnya mereka memilih menggunakan lambang palu dan Arit , ayo mikir,” lanjutnya.

Kicauan Tommy ini terpantik sebuah acara karnaval memperingati HUT Kemerdekaan RI di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Dalam acara itu, sebagian peserta dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Pamekasan, membawa atribut-atribut yang dihiasi sebuah simbol palu arit. Simbol yang digunakan oleh Partai Komunis Indonesia pada masanya.