- - - -
Facebook  Twitter  Google+

15/08/2015

KPU Sumenep Temukan Banyak Data Pemilih Tidak Memiliki NIK

lintasmaduranews - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep, Madura, Jawa Timur menemukan data pemilih yang tidak memiliki NIK (nomor induk kependudukan). Penemuan tersebut setelah KPU melakukan pemutakhiran data.

"Jumlah pasti pemilih yang tidak punya NIK belum diketahui. Tapi hampir di semua kecamatan ditemui. Paling banyak pemilih pemula dan lanjut usia. Ada yang dalam 1 kecamatan ditemukan 25 pemilih tanpa NIK," kata Komisioner KPU Sumenep, Rahbini, Sabtu (15/08/15).

Karena itu, lanjutnya, KPU Sumenep menggelar Bimbingan Teknis Pemutakhiran Data Pemilih Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep. Peserta bimbingan teknis tersebut adalah Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan anggota PPK yang menangani pemutakhiran data pemiih.

"Bimbingan teknis itu kami rasa perlu, karena masa pencocokan dan penelitian (coklit) segera berakhir pada tanggal 19 Agustus. Sementara 20-26 Agustus merupakan masa penyusunan coklit," terang Rahbini.

Ia mengungkapkan, untuk memecahkan masalah pemilih tanpa NIK, pihaknya sengaja mendatangkan petugas Dispendukcapil. Solusi yang disarankan Dispendukcapil adalah berkoordinasi dengan UPT Capil masing-masing kecamatan, untuk melacak NIK.

"Dispendukcapil berkeyakinan, semua penduduk sudah didata, sehingga pasti ada NIK nya. Berdasarkan DP4, jumlah penduduk Sumenep yang benar-benar tidak punya NIK, diperkirakan tidak akan lebih dari 1000 orang," paparnya.

Rachbini mengatakan, menurut penjelasan dari Dispendukcapil, untuk penduduk yang tidak punya NIK, tetapi pada Pemilu sebelumnya diketahui punya hak pilih, maka dipastikan penduduk tersebut sebenarnya sudah punya NIK. Hanya saja terjadi 'double record'.

"Kalau terjadi 'double record' maka yang diakui sebagai penduduk adalah tempat pertama melakukan perekaman data. Jadi kalau orang Sumenep tapi dia di Jakarta sudah melakukan perekaman kependudukan disana, maka ketika dia melakukan perekaman lagi di Sumenep ya tidak bisa. Yang di Sumenep akan di del. Itu yang menyebabkan NIK nya tidak muncul," paparnya.

Sumber : beritajatim