- - - -
Facebook  Twitter  Google+

28/08/2015

Masjid Baital Mansyur Ambruk

lintasmaduranews - Masjid Baital Mansyur di Dusun Blingih I, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Madura, tiba-tiba ambruk, Kamis (27/8/2015) sekitar pukul 16.00 WIB.

Meski dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa. Namun peristiwa ambruknya masjid yang dibangun sejak Desember 2012 lalu dan kini penyelesaiannya sudah memasuki 75 persen, mengagetkan warga sekitar.

Dari ambruknya bangunan itu, diduga saat membangun pelaksana kurang memperhatikan kondisi bangunannya dan tidak melalui perencanaan yang matang. Beberapa pilar penyanggah sekeliling dinding masjid itu tidak mampu menahan bangunan bagian atas sehingga ambruk.

Selain pilar penyangga ambruk, juga beberapa dinding temboknya retak. Sementara bangunan bagian dalam utuh, termasuk kubah masjid maih berada pada posisi semula.

Berapa kerugian material akibat kejadian ini belum diketahui pasti. Begitu juga sejak masjid yang berdampingan dengan lembaga pendidikan ini dibangun, sudah menghabiskan dana berapa, masih diinventarisir. Sebab pembangunan masjid yang sudah dicor ini, menggunakan dana swadaya masyarakat.

Karena kondisi bangunan masjid sudah miring dan dikhawatirkan roboh ke tanah, warga berusaha menahan bangunan itu dengan bambu dan beberapa batang kayu sebagai penyanggah.

Ketua takmir masjid Baital Mansyur, K Moh Hasan, Minhaji, kepada Surya mengatakan, ia tidak mengerti kenapa tiba-tiba masjid itu ambruk. Sebab saat kejadian tidak ada angin, apalagi hujan.

Hasan Minhaji masih bersyukur, walau masjid itu ambruk tidak sampai menimpa warga. Padahal selama ini masjid itu selain untuk salat berjemaah lima waktu dan salah Jumat, bisanya banyak siswa duduk di emper masjid untuk istirahat dan sekalian salat. Namun saat kejadian, seluruh siswa di dalam kelas mengikuti mata pelajaran.

“Saya juga heran bercampur tidak mengerti. Kenapa bangunan ini bisa ambruk ya. Padahal selama ini, tidak ada tanda-tanda kalau bangunannya akan mengalami kondisi seperti ini,” kata Hasan Minhaji.