- - - -
Facebook  Twitter  Google+

12/08/2015

Migas Dieksploitasi, Sumenep Tidak Pernah Dapat DBH

lintasmaduranews- Beberapa kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dijadikan lahan ekploitasi minyak dan gas (migas), salah satunya, di blok Terang Sirasun Batur (TSB), Pulau Komirian, Kecamatan Raas. Namun sayangnya, Sumenep tidak menerima dana bagi hasil  (DBH).

Di blok yang digarap PT KEI itu, Sumenep tidak pernah mendapatkan DBH. DBH migasnya semuanya diambil oleh pusat. Itu lantaran ekploitasi berada di atas 12 mil dari pantai.

"Sejak awal ekploitasi kami tidak pernah mendapatkan DBH, karena itu wilayah pusat," kata Kepala Kantor Energi Sumber Daya Mineral  (ESDM) Sumenep, Abd. Kahir, Selasa (11/8/2015).

Menurut mantan Kabag Humas ini, setiap tahunnya Sumenep hanya mendapatkan CSR (corparate social responsibility). Itupun tidak melalui pemerintah, melainkan langsung diberikan kepada masyarakat dampak ekploitasi.

"Nominalnya tergantung perusahaan. Karena CSR itu murni perusahaan," ucapnya.

Kahir menambahkan, kebanyakan Sumenep hanya menjadi tempat, sedangkan hasilnya dikeruk oleh pusat dan provinsi.

"Sumenep yang dapat DBH itu hanya dari KEI yang ekploitasi di Pagerungan Besar, Pulau Kangean. Untuk Santos juga hak provinsi, daerah hanya dapat DBH 6 persen, itupun bagi-bagi di semua kabupate di Jatim," tuturnya.

Padahal, sambung dia, apabila ada masalah pasti Daerah yang selalu didemo oleh masyarakat. "Kami tidak menerima manisnya, eh getahnya kita yang dapat. Harusnya kita yang di daerah juga dapat DBH dari migas yang ekploitasi di perairan Sumenep," pungkasnya.