- - - -
Facebook  Twitter  Google+

04/08/2015

PB PMII Pertahankan Interdepedensi

lintasmaduranews - Rapat sidang komisi organisasi Muktamar ke 33 NU yang berlangsung di pondok pesantren (ponpes) Mambaul Maarif Denayar Jombang Jawa Timur, memutuskan pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebagai Badan Otonomi (Banom) Nahdlatul Ulama (NU).
Namun Keputusan sidang komisi ini direspon terbalik oleh Pengurus Besar pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) yang menegaskan hubungan PMII dan NU hanya sebagai interdependensi yakni organisasi yang sama dalam azas, ideologi. Sedangkan banom adalah organisasi struktural.
"Saya pikir hasil ini belum final. Meski demikian kami tentu sangat menyayangkan keputusan itu. Tidak aspiratif, dan tidak mau mendengarkan semua masukan dari kami, untuk itu kami mohon bantuan dari para alumni yang menjadi muktamirin untuk membantu kami di pleno komisi," ucap Ketua PB PMII, Aminuddin Ma'ruf di Jombang, Selasa (04/08/2015).
Ma'ruf menambahkan, jika pihaknya sudah menyampaikan kepada PBNU untuk mendengarkan aspirasi dari mahasiswa namun aspirasi tersebut tidak diindahkan oleh PBNU. "Tadi kami sudah menyampaikan hasil musyawarah kita dengan pengurus cabang yang ada. Sebenarnya kami sudah mencarikan jalan agar PMII bisa semakin dekat dengan NU," lanjutnya.
Dia menambahkan, tahun 1960 PMII berdiri dan menjadi salah satu banom NU. Dalam perkembangan waktu, PMII menyatakan independensi melalui hasil deklarasi Murnajati tahun 1971. "Hasil deklarasi itu direposisi ulang jadi interdependensi tahun 1991 lewat kongres di Jakarta. Cuma bedanya adalah hasil interdepedensi hasil tahun 1991 itu belum dimasukkan dalam AD/ART PMII," imbuh Aminuddin.
Untuk itu, lanjut Aminuddin, tak seharusnya PBNU menjadikan PMII sebagai banom NU. Karena saat ini, PB PMII tengah merumuskan perubahan AD/ART. "Interdependensi PMII sedang akan dimasukkan dalam AD/ART, tapi diputus tengah jalan melalui keputusan ini. Kami akan berjuang lagi di pleno komisi, tetap dengan keputusan menolak hasil sidang komisi itu," pungkasnya.