- - - -
Facebook  Twitter  Google+

16/08/2015

Pemakaian Atribut PKI di Pamekasan Tidak Melanggar Hukum

lintasmaduramaduranews - Polres Pamekasan, menegaskan tidak ada indikasi pelanggaran hukum terkait munculnya atribut palu dan arit khas PKI pada kegiatan karnaval dalam rangkaian HUT RI ke 70, Sabtu (15/8/2015) kemarin.

Penegasan tersebut diungkapkan setelah penyidik dari Polres Pamekasan memanggil dan melakukan rangkaian pemeriksaan kepada para saksi maupun pelaku yang melakukan teaterikal yang dilakoni oleh peserta dari MKKS SMP Negeri di Pamekasan.

"Hasil dari penyidikan aparat kami dan dikroscek kembali dari keterangan saksi-saksi, dapat disimpulkan; bahwa sampai hari ini belum ada indikasi ke arah pelanggaran hukum maupun kesengajaan dan politis, terkait dengan upaya membangkitkan PKI," kata AKBP Sugeng Muntaha, kepada sejumlah wartawan.

Tim penyidik sudah melakukan pemeriksaan kepada 11 orang saki. Masing-masing 4 orang panitia karnaval dan 7 orang pelaku teaterikal atau peserta yang membawa artibut PKI. "Jadi yang dilakukan sekelompok peserta kemarin itu, semata-mata hanya melakukan teatrikal menggambarkan bagimana peristiwa G30 S/PKI," ungkapnya.

"Karnaval (dengan menggunakan atribut) ini dilombakan, berdasarkan dari keterangan para saksi dan panitia (karnaval). Selain itu, pesertanya dari kalangan terbatas. Dari kalangan pelajar dan unsur pemerintahan, artinya tidak ada peserta umum yang mencoba menyisipkan PKI," tegasnya.

Sumber : beritajatim