- - - -
Facebook  Twitter  Google+

13/08/2015

Pemerkosa Mahasiswi Brawijaya Simpan Banyak Video dan Foto Porno

lintasmaduranews - Polisi menemukan puluhan video, dan foto porno dalam ponsel, dan komputer Gama Mulya (24), mahasiswa Universitas Brawijaya yang menjadi tersangka kasus penculikan dan pemerkosaan terhadap mahasiswi berinisial WW. Diduga, koleksi ini mempengaruhi fantasi seksualnya.

Kasat Reskrim Polresta Malang, AKP Adam Purbantoro, menjelaskan, sebagian koleksi dari warga Perum Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang ini adalah koleksi pribadi, yang menampilkan tubuh tersangka tak berpakaian. “Jumlahnya ada puluhan,” kata Adam pada wartawan, Rabu (12/8/2015).

Adam juga menunjukkan sebagian koleksi pribadi mereka pada wartawan dengan memblur wajah, dan alat kelamin. Dalam foto itu terlihat ada seorang wanita yang kaki dan tangan diikat di tiap sisi ranjang, lalu ada pula foto yang menampilkan tulisan berbahasa Inggris I have been f*** pada perut seorang wanita tak berpakaian.

Sementara, koleksi video porno Gama lebih banyak menampilkan film-film sanggama dengan fantasi kekerasan. Koleksi video ini didapatnya dari internet, dan tak ada yang menampilkan tubuh mereka sendiri di sana.

Adam menambahkan ada satu foto koleksi pribadi Gama yang mencurigakan. Foto itu menampilkan wanita yang tak berpakaian, terbaring lemas di lantai, dan tak sadarkan diri. Diduga, foto ini adalah salah satu korban Gama. “Kami masih menelusuri temuan ini,” kata Adam.

Sementara, kasus ini mulai menjadi sorotan nasional. Komisi Nasional Untuk Perempuan (Komnas Perempuan) bahkan mengirim perwakilannya untuk menemui Suci Anin Nastiti (20), pacara Gama yang juga ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus ini.

“Saya mewakili Komnas Perempuan untuk memberi laporan terkait kasus ini,” kata Naumi Werdisastro, Ketua Tim Reaksi Cepat Komisi Nasional Perlindungan Anak.

Naumi kala itu berbincang selama lebih kurang 20 menit dengan kedua pelaku, dan korban penculikan sekaligus pemerkosaan, WW (20). Dari perbincangan tersebut Naumi menyimpulkan bahwa ada pengaruh tontonan video porno dalam tindakan para tersangka. “Selain lingkungan dan gaya hidup, video porno juga mempengaruhi mereka,” kata Naumi.

Sekadar diketahui, Gama dan Anin menjalin hubungan asmara hampir dua tahun. Selama hubungan tersebut, Anin tinggal di rumah Gama.
Selama itupula keduanya bersetubuh dengan berbagai macam fantasi. Hal tersebut mudah mereka lakukan lantaran Gama tinggal seorang diri di rumah.

Naumi menambahkan Anin merupakan pelaku sekaligus korban. Hal tersebut terungkap saat ia mendengar pengakuan pelaku wanita.
Pengakuan ini, kata Naumi disampaikan pelaku yang masiih berstatus mahasiswa itu sambil menangis.

Oleh karena itu, ia mendorong agar Anin juga melaporkan perlakuan sang pacar ke polisi. Meski begitu, laporan tersebut harus disampaikan ke Polres Malang. Ini karena lokasi perlakuan Anin ada di Kabupaten Malang. “Dia terintimidasi, dan tertekan selama menjalani hubungan seksual mereka,” tambahnya.

Intimidasi itu terlihat dari ancaman Gama memutus kisah asmaranya jika tak dicarikan seorang gadis perawan, serta ancaman menyebar foto bugil Anin.

Penyesalan serupa juga terlihat dari pengakuan Gama pada Naumi. Gama bahkan berharap dapat menikahi kekasihnya usai kasus ini terungkap polisi. “Yang lelaki (Gama, red), juga menangis saat berbicara dengan saya,” tambah Naumi.

Di berita sebelumnya, polisi menangkap Gama dan Anin karena menculik, menganiaya, lalu memperkosa WW, teman kuliah mereka sendiri. Keduanya melakukan kejahatan itu lantaran Gama meminta seorang gadis perawan pada sang pacar.

Akibat perlakuan tersebut, tubuh WW menjadi lebam karena pengaruh obat bius. Selain itu, ada sejumlah bekas lebam di tangan dan kaki akibat tubuhnya diikat. WW juga terpaksa dirawat ke rumah sakit akibat perlakuan kedua tersangka pada Kamis (6/8/2015) malam.

Kini, Gama dan Anin dipenjara. Keduanya dijerat dengan lima pasal sekaligus, yakni pasal 328, 285, 286, 290, dan 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Ancaman hukuman mereka mencapai 12 tahun penjara.