- - - -
Facebook  Twitter  Google+

27/08/2015

Pemkab Sumenep Akan Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Rumput Laut

lintasmaduranews - Berkat teknologi canggih kini rumput laut tak hanya dapat menjadi bahan makanan, tetapi juga dapat menjadi sebuah bahan baku biogas, guna mengoperasikan pembangkit listrik biogas rumput laut (Seawed Biogas Power Plant).

Pemerintah Kabupaten Sumenep akan menggunakan teknologi tersebut sebagai salah satu upaya untuk mengatasi masalah tentang listrik di kepulauan, Pemkab Sumenep, Madura berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Rumput Laut (PLTRL).

Kepala kantor Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumenep Abd. Kahir menjelaskan, rencana pembangunan itu setelah dilakukannya Memorandum of Understanding (MoU) dengan investor dari negara Belanda. Namun rencana tersebut tidak bisa terwujud dalam waktu dekat, karena masih akan dilakukan survei oleh pihak investor.

“Dipiihnya kabupaten Sumenep oleh investor dikarenakan kita memiliki wilayah kepulauan yang luas serta potensi budidaya rumput laut yang cukup baik,” terang Kahir, Kamis (27/8/2015).

Mantan Kabag Humas Pemkab itu mengharapkan proyek dengan investasi mencapai 100 juta Euro tersebut mampu menghasilkan listrik dengan kapasitas 100 megawatt, sehingga mampu memenuhi kebutuhan listrik, khususnya wilayah kepulauan.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumenep Moh. Jakfar membenarkan rencana pembangunan PLTRL dan pihaknya sangat mendukung upaya tersebut, karena bisa menjadi jalan keluar atas permasalahan listrik dikepulauan selama ini.

“Namun yang menjadi kendala saat ini ketersediaan rumput laut sebagai bahan baku dari PLTRL. Karena yang dibutuhkan jenis Laminaria SP yang keberadaannya sudah langka, karena petani rumput laut Sumenep membudidayakan jenis ekotomi,” kata Jakfar.

Tetapi pihaknya belum mendapatkan data atau informasi dari pihak investor terkait kapasitas rumput laut jenis laminaria tersebut yang mampu memberikan energi terhadap pembangkit listrik.

Untuk membudidayakan rumput laut jenis laminaria, tandas Jakfar, bisa dilakukan pada kedalaman 15 meter dari permukaan laut dengan asumsi perhektare mampu menghasilkan 1000 ton dengan tekhnologi tertentu.