- - - -
Facebook  Twitter  Google+

24/08/2015

Polres Pamekasan Menangkap 2 Pengedar Sabu-Sabu

lintasmaduranews - Polres Pamekasan menangkap dua pengedar sabu-sabu (SS), Senin (24/8/2015). Keduanya bernama Rusman (35), warga Dusun Sumber Batu, Desa Ponjanan Timur, Kecamatan Waru dan Akhmad Khairil Anwar (24), warga Jl Amin Jakfar, Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Kota, Pamekasan ditangkap aparat Polres Pamekasan, Senin (24/8/2015).

Tersangka Rusman ditangkap di pinggir jalan di Desa Blaban, Kecamatan Batumarman. Di saku celananya petugas menyita satu poket dibungkus tisu putih. Namun Sudaryo, teman Rusman melarikan diri. Sedang Akhmad Khairil Anwar, ditangkap di kawasan Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan.

Kasubag Humas Polres Pamekasan, AKP Ruslan Hidayat, didampingi Kasat Narkoba Polres Pamekasan, AKP H Rahmad Mulyadi, mengatakan, kedua tersangka masih dalam pemeriksaan intensif. Sementara Daryo teman Rusman dan Kacong, teman Akhmad Khairil Anwar, dalam pengejara petugas.

Menurut AKP Ruslan Hidayat, pengkapan tersangka Rusman berasal dari informasi masyarkat, jika dua orang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio hendak menjual SS di kawasan Blaban, sehingga petugas meluncur ke lokasi untuk menangkapnya.

Secara kebetulan Rusman dari arah timur, Daryo mengendarai mengendarai sepeda motor berboncengan dengan Rusman. Kemudian petugas mencegat dan meminta berhenti. Tapi Daryo kabur dan Rusman ditinggal sendirian, sehingga petuga memeriksa Rusman dan kedapatan membawa SS.

“Barang ini bukan milik saya. Saat itu saya hanya diajak oleh Daryo untuk mengantarkan barang ini ke rumah temannya di Blaban. Tapi saya tidak tahu, siapa temannya itu,” kata Rusman.

Sementara penangkapan Akhmad Khairil Anwar, petugas mendapat informasi jika Khairil Anwar akan transaksi SS. Saat itu, Khairil Anwar dihubungi Kacong minta bantuan untuk membeli SS ke Desa Campor, Kecamatan Proppo.

Setelah membeli SS, tersangka Khairil Anwar menuju ke rumah Kacong di Kelurahan Gladak, Anyar Kecamatan Kota dan langsung masuk rumah untuk menyerahkan barangnya.

Tapi sebelum barang itu diserahkan, petugas keburu datang dan menangkapnya. Ketika digeledah, barang itu ditemukan di bungkusan plastik yang diselipkan di bungkus rokok. Dan Kacong lebih dulu kabur, sebelum petugas datang.