- - - -
Facebook  Twitter  Google+

26/08/2015

Polres Sumenep Gelar Deklarasi Kesepakatan Pilkada Damai

lintasmaduranews - Kepolisian Resor (Polres) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar deklarasi kesepakatan pemilihan kepala daerah (pilkada) yang aman, damai, dan bermartabat dengan menghadirkan dua pasangan peserta pilkada setempat.

"Ini sebuah ajakan moral dari kami kepada semua elemen masyarakat di Sumenep, utamanya dua pasangan peserta pilkada supaya berkomitmen untuk mewujudkan pilkada yang aman, damai, dan bermartabat," ujar Kapolres Sumenep, AKBP Rendra Radita Dewayana di Sumenep, Jawa Timur, Rabu (26/8//2015)

Nota kesepakatan pilkada aman, damai, dan bermartabat dibacakan oleh Ketua KPU Sumenep, A Warits, di hadapan dua pasangan peserta pilkada setempat, yakni A Busyro Karim-A Fauzi dan Zainal Abidin-Dewi Khalifah.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Aula Sutanto Mapolres Sumenep itu, dua pasangan peserta pilkada setempat bersama pejabat yang tergabung dalam forum pimpinan daerah bergandengan tangan sebagai simbol komitmen untuk mewujudkan pilkada damai.

"Kami bersama anggota siap mengamankan pelaksanaan Pilkada Sumenep. Namun, dukungan dan sinergi dari semua elemen masyarakat di Sumenep, utamanya dari dua pasangan peserta pilkada dan para pendukungnya, merupakan hal yang penting dan strategis bagi kami dalam melaksanakan tugas pengamanan tersebut," kata Rendra, menerangkan.

Ia menjelaskan, deklarasi kesepakatan pilkada aman, damai, dan bermartabat merupakan sebuah semangat yang harus direalisasikan dalam bentuk konkrit berupa pikiran dan tindakan dari dua pasangan peserta pilkada dan para pendukungnya.

"Pilkada Sumenep 2015 yang aman, damai, dan bermartabat merupakan harapan atau impian semua warga. Kami berharap dua pasangan peserta pilkada dan para pendukungnya mampu memberikan contoh dan teladan untuk mewujudkannya," ujarnya.

Pilkada Sumenep 2015 yang akan digelar pada 9 Desember diikuti oleh dua pasangan, yakni A Busyro Karim-A Fauzi di nomor urut 1 (satu) dan Zainal Abidin-Dewi Khalifah di nomor urut 2 (dua).

A Busyro Karim-A Fauzi diusung oleh gabungan dari dua partai politik (parpol), yakni Partai Kebangkitan Bangsa dan PDI Perjuangan.

Sementara Zainal Abidin-Dewi Khalifah diusung oleh gabungan delapan parpol, yakni Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Hanura, dan Partai Bulan Bintang.