- - - -
Facebook  Twitter  Google+

25/08/2015

Polsek Tanah Merah Tangkap 2 Pengedar dan Pemakai Narkoba

lintasmaduranews - Polsek Tanah Merah, Bangkalan, Madura, berhasil menangkap dua pengdedar sekaligus pemakai narkoba, Selasa (25/8/2015). Keduanya adalah AA (25) dan YS (33), warga Desa Pettong, Kecamatan Tanah Merah ditangkap di rumah bandar berinisial M, Desa Tobetong, Kecamatan Tanah Merah.

"Saya dibayar Rp 1,5 juta per bulan untuk mengedarkan sabu - sabu dengan cara melayani para pelanggan," ungkap AA dalam rilis di lobi Mapolres Bangkalan.

Namun, dijelaskannya, upah sebesar itu belum sempat ia terima lantaran keburu ditangkap polisi saat dirinya menunggu pembeli sambil mengkomsumsi sabu.

"Belum bayaran karena saya belum genap satu bulan bekerja. Tidak ada pekerjaan lain, terpaksa saya ambil tawaran M," jelasnya.

Penangkapan AA dan YS berawal dari upaya penyamaran salah seorang Anggota Polsek Tanah Merah sebagai pembeli sabu.

Polisi meyaru sebagai pembeli setelah sebelumnya mendengar di rumah bandar M menyediakan sabu lengkap dengan biliknya.

Dari rumah M, polisi menyita 11 poket sabu seberat 4,36 gram beserta alat menghisap sabu disita polisi. Sabu itu dijual seharga Rp 1,1 juta per gramnya.

"Di situ disediakan dua bilik. AA dan YS tengah asyik nyabu saat kami lakukan penggrebekan. Selain sabu, kami juga menyita uang Rp 322 ribu hasil penjualan sabu," ungkap Kapolsek Tanah Merah Yoyok Prasetyo.

Ia menjelaskan, kendati sebagai kurir, hasil pemeriksaan menyebutkan keduanya juga sebagai pemakai. Keduanya juga diharuskan membeli ketika ingin memakai sabu.

"Ada hitungannya jika mereka pakai. Dipotong dari upahnya sebagai kurir. Jadi tetap bayar, tidak seenaknya pakai begitu saja," jelasnya.

Akibat perbuatannya, AA dan YS terancam hukuman penjara minimal 5 tahun penjara karena melanggar Pasal 114 (1) subsider Pasal 112 (2) Undang - undang RI Nomor 35 Tahun 2009.

"Kami masih mengembangkan kasus ini untuk mengurai jaringan narkoba di kawasan Tanah Merah. Termasuk memburu bandar M," tandas Yoyok Prasetyo.