- - - -
Facebook  Twitter  Google+

28/08/2015

PPK Bluto Gelar JJS Merdeka dan Sosialisasi Pilkada


lintasmaduranews - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bluto, Kabupaten Sumenep, Kamis (27/8/2015), menggelar Jalan-Jalan Sehat (JJS) Merdeka dan Sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah Sumenep yang akan dilaksanakan pada 9 Desember mendatang.

Salah satu Anggota PPK Bluto, Syaiful Harir menjelskan, kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70 dan sosialisasi Pilkada.

"Kegiatan ini dalam rangkan HUT Kemerdekaan RI ke-70 dan menyosialisasikan Pilkada 2015," kata Ayink sapaan akrab  Syaiful Harir kepada lintasmaduranews, Kamis (27/8/2015).

Ayink menambahkan, JJS Merdeka digelar untuk menjaga kesehatan tubuh dan menanamkan rasa nasionalisme generasi bangsa. Sedangkan sosialisasi pilkada untuk mendukung suksesenya pilkada.

"JJS Merdeka dilakukan menjaga kesehatan bagi tubuh karena kesehatan penting dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, JJS Merdeka untuk memberi rasa cintah tanah air, rasa nasionalisme dan persatuan sehingga tumbuh semangan untuk tetap mempertahankan NKRI. Sedangkan Sosialisasi Pilkada, ini sangat penting untuk menyukseskan pilkada," kata Ayink.

Dengan ini, tambahnya, pemilih pemula atau pemilih lama tidak apatis terhadap pilkada yang di dalamnya ada dua pasangan calon yakni cabup-cawabup A. Busyro Karim-Ahmad Fauzi dan Zainal Abidin-Dewi Khalifah.

Dalam JJS Merdeka tersebut setiap peserta mendepat kopun yang diundi dengan berbagai macam hadiah, di antaranya TV 2", Kompor Gas, Kipas Angin, dan Batu Akik Mulya. Selain itu, ada hiburan musik. Start JJS tersebut di depan Kantor Kecamatan Bluto.

Hadir dalam acara tersebut yakni seluruh komisioner KPU, Camat Bluto dan Kapolsek juga ikut serta dengan peserta yang mayoritas adalah pelajar dari berbagai sekolah yang ada di kecamatan Bluto.

“Fokus kita memang untuk pelajar, mulai dari SMA, Madrasah Aliyah, Termasuk SMK, karena mereka merupakan pemilih pemula," ujar Komisioner KPU Kabupaten Sumenep devisi sosialisasi Abdul Hadi.

KPU Sengaja melibatkan pemilih pemula untuk bergabung dalam sosialisasi, karena sebagian dari mereka ada belum pernah menggunakan hak pilihnya sama sekali, karena usianya baru mencapai 17 tahun sehingga  baru pertama kali ikut pemilu.

“Mereka harus dicerdaskan, jangan dibiarkan berfikiran pragmatis, karena masa depan bangsa ini ada ditangan pemuda,” imbuhnya.

Ditambahkan hadi, KPU sudah meminta agar semua PPK di masing-masing kecamatan bisa berkreasi sendiri dalam rangka melakukan sosialisasi terhadap pemilih, sehingga pada pilkada 9 Desember mendatang semua warga hak berhak memilih tidak ada yang golput.