- - - -
Facebook  Twitter  Google+

17/08/2015

Refleksi HUT RI ke-70, Warga Sumenep Nyalakan 1000 Lilin dan Menikamti Nase' Rasol

lintasmaduranews - Ratusan warga RT 01/RW VI, Perumahan Pondok Indah, Desa Kolor, Kabupaten Sumenep menggelar 'Refleksi Kemerdekaan Indonesiaku', dengan menyalakan 1000 lilin.

"Kami sengaja menggelar acara yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tidak lagi dengan resepsi, tetapi dengan refleksi. Kami menggelar refleksi kemerdekaan dengan menyalakan 1000 lilin," kata Ketua RT 01/RW VI Perumahan Pondok Indah, Ibnu Hajar, Minggu (16/08/2015).

Menurutnya, refleksi merupakan bentuk perenungan untuk mengingatkan jasa pahlawan memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, dan menghargai nilai-nilai kepahlawanan. "Bagi kami, generasi yang lahir saat negeri ini sudah merdeka, maka kewajibannya adalah mengisi kemerdekaan dengan rasa syukur," ujarnya.

Dalam refleksi kemerdekaan tersebut, 1000 lilin dinyalakan serentak oleh 265 warga setempat, sambil duduk melingkar. Saat 1000 lilin dinyalakan, lampu-lampu dipadamkan. Warga kemudian diajak merenung, melalui narasi untuk mengenang jasa para pahlawan.

"Kami menggunakan lilin sebagai simbol penerang kegelapan, dan bukan lampu listrik ataupun yang lainnya. Karena lilin mampu memberikan penerangan, meski dirinya sendiri leleh terbakar," ucap Ibnu.

Setelah menyalakan lilin yang diiringi lagu-lagu nasional dan syair-syair perjuangan, acara dilanjutkan dengan menikmati hidangan makanan khas Madura, "Nase' Rasol".

"Nase' Rasol" biasanya hanya dijumpai saat selamatan tertentu di desa-desa. Hidangan tradisional 'kuno' ini terdiri dari nasi putih yang dibentuk seperti kubah masjid, berlauk telur dan daging yang dimasak dengan kuah kuning. Selain itu, yang khas dari 'nase' rasol' ini adalah 'sekol tonoh' atau serundeng bakar.

Hidangan khas Madura itu disajikan dalam sebuah tampah beralas daun pisang. Nasi putih dan lauk ditata di tampah itu, untuk kemudian disantap beramai-ramai usai membaca doa.

"Kami sengaja menyuguhkan 'nase' rasol', untuk mengangkat dinamika kultural dan nilai-nilai kebudayaan Madura. Jadi supaya anak-anak dan generasi muda ini bisa berkenalan dengan tradisi Madura," kata Ketua RT 01/RW VI Perumahan Pondok Indah, Ibnu Hajar, Minggu (16/08/2015).

Menurutnya, hidangan khas 'nase' rasol' ini mempunyai filosofi yang sangat dalam. Nase', (nasi dalam Bahasa Madura: red) disebut juga matenang se mosek (menenangkan yang gelisah- bahasa Madura:red), dan rasol adalah rasul.

"Nase' atau matenang se mosek ini maksudnya menenangkan jiwa yang gelisah dan galau. Jadi dengan menyantap 'nase' rasol' yang telah dibacakan doa oleh kyai atau sesepuh, diharapkan mampu menenangkan pikiran yang memakannya," pungkas Ibnu.