- - - -
Facebook  Twitter  Google+

28/08/2015

Sengketa Laut Perbatasan, Indonesia dan Tiongkok Sama-sama Latihan Perang


lintasmaduranews - Sengketa laut perbatasan anatara Indonesia dengan Tiongkok berbuntut panjang. Indonesia melakukan latihan perang untuk mempersiapkan diri dalam sengketa tersebut, Tiongkok pun tidak mau mengalah sehingga juga akan menggelar latihan perang militer gabungan dengan Malaysia di Selat Malaka, selain dengan Australia dan Amerika Serikat di Australia, kata Kementerian Pertahanan Tiongkok, Kamis (27/8/2015).

Angkatan bersenjata Tiongkok yang mengalami modernisasi pesat meningkatkan jangkauan global mereka dan melakukan latihan di lokasi-lokasi yang semakin jauh, di saat pemerintah berupaya menjaga kepentingannya di seluruh dunia, lapor Reuters.

Namun, Tiongkok telah membuat banyak pihak khawatir, terutama dalam sengketa wilayah di Laut Tiongkok Selatan dan Timur dengan meningkatkan keagresifannya.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Tiongkok Yang Yujun mengatakan latihan Selat Malaka akan melibatkan 1.160 personel Tiongkok, dua kapal perang, helikopter dan pesawat pengangkut. Latihan itu akan difokuskan pada upaya bantuan bencana, yang meliputi  operasi pencarian,  penyelamatan korban , serta penyelamatan dari pembajakan.

Pembajakan merupakan satu masalah di selat yang terletak antara Semenanjung Malaysia dan pulau Sumatra  Indonesia. Tempat sebagian besar import minyak mentah Tiongkok melintas dari Timur Tengah dan Afrika.

Citra Malaysia di Tiongkok memburuk setelah hilangnya pesawat Malaysia Airlines yang membawa 239 penumpang yang sebagian besar warga negara Tiongkok, pada 2014. Tanggapan Malaysia atas musibah tersebut mendapat kritik tajam masyarakat maupun media di Tiongkok.

Secara terpisah, Yang mengatakan bahwa Tiongkok  bersama pasukan Australia dan AS,  akan ambil bagian dalam latihan dan kegiatan untuk bertahan hidup, seperti berkano dan naik gunung di Australia.