- - - -
Facebook  Twitter  Google+

28/08/2015

Tujuh Kecamatan di Sumenep Krisis Air Bersih

lintasmaduranews - Musim kemarau panjang yang melanda di hampir seluruh wilayah Kabupaten Sumenep, Madura, berakibat pada sedikitnya 38 desa di 17 kecamatan mengalami krisis air bersih.

Banyak warga terpaksa mencari air ke beberapa desa lain yang masih tersedia air bersih, bahkan tidak sedikit yang harus membeli air ke warga di daerah lain yang menyediakan jasa pengiriman air bersih.

Dari 38 desa yang mengalami kekeringan, 15 desa di antaranya tersebar di 7 kecamatan, yakni Kecamatan Batang-batang, Batuputih, Pasongsongan, Saronggi, Lenteng, Talango dan Kecamatan Ganding.
Bahkan untuk Kecamatan Batu Putih, sebagian besar warganya mandi dan mencuci malah menggunakan air hujan yang disimpan sejak musim hujan lalu, sedangkan air minumnya mengambil dari endapan air sungai di desa setempat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana ( BPBD ), Sumenep, Febrianto, melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Syaiful Arifin, membenarkan bahwa saat ini krisi air bersih di beberapa daerah di Sumenep sudah semakin meluas. Awalnya hanya ada di sekitar 7 kecamatan, kini sudah tersebar di 13 kecamatan.

‘’Di 7 kecamatan tersebut sudah masuk dalam kriteria wilayah kering kritis. Hal itu ditandai dengan jarak antara pemukiman warga ke sumber air mencapai 3 kilometer,’’ ujar Syaiful, Kamis (27/8/2015).

Dijelaskan, sebetulnya krisis air bersih di Sumenep sudah berlangsung sejak Juli lalu. Ini dibuktikan dengan permintaan bantuan air bersih ke desa-desa sudah berlangsung awal Juli dan hingga 24 Juli lalu telah disalurkan sebanyak 306 tanki.