- - - -
Facebook  Twitter  Google+

28/08/2015

Visi dan Misi Cabup Sumenep A. Busyro Karim


lintasmaduranewsPasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumenep nomor urut 1, Dr. KH. A. Busyro Karim, MSi – Achmad Fauzi  memiliki Visi dan Misi sebagai berikut:

VISI DAN MISI 
Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumenep 2015-2020
Dr. KH. A. BUSYRO KARIM, MSi – ACHMAD FAUZI


V I S I
 “Sumenep Semakin Sejahtera dengan Pemerintahan yang Mandiri, Agamis, Nasionalis, Transparan, Adil dan Profesional” (SUPER MANTAP)

Konsep Umum

Kebijakan  desentralisasi  dan  otonomisasi  adalah  sebuah  kesadaran  nasional  akan pentingnya  peningkatan  daya  saing  daerah.  Daya  saing  daerah  dimaksudkan  sebagai  bentuk  ikhtiar untuk  mendorong  kemajuan  daerah  yang  bertumpu  pada  peningkatan  kesejahteraan  rakyat  yang seutuhnya. Implikasi dari kesadaran ini adalah mengubah pola dan prilaku pemerintahan daerah yang berkarakter penguasa menjadi pemerintahan yang berkewajiban melayani rakyat. Sehingga, otonomi, selanjutnya  mengharuskan  setiap  pemerintahan  di  daerah  selalu  terbuka,  dialogis,  demokratis,  adil, transparan dan terbuka bagi partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.

Lepas dari  segala  problematika yang  melilit  daerah  ini,  otonomi  sesungguhnya  telah  berhasil melakukan transmisi pembangunan dengan baik. Dampak kemajuan pembangunan bisa kita rasakan dalam  bentuk  pembangunan  infrastruktur  di  daerah.  Hal  ini  dimungkinkan  sebagai  akibat  dari munculnya  kreativitas  dan  inovasi  daerah  serta  transfer  fiscal  ke  daerah  yang  terus  mengalami peningkatan.  Walaupun  demikian,  tentu  saja  kita  masih  menghadapi  banyak  kendala  yang  belum terkelola  secara  baik,  baik  pada  level  konsepsi  maupun  implementasi  penerapan  otonomisasi  itu sendiri.

Otonomisasi yang juga berkaitan erat dengan upaya mendorong demokratisasi di daerah, oleh karena Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah langsung adalah satu langkah maju dan  merupakan  bagian  dari  reformasi  politik  yang  menentukan  bagi  proses  perkembangan  politik, ekonomi, sosial budaya, dan kemasyarakatan di daerah dalam rangka penguatan civil society sebagai entitas  penting  demokratisasi  lokal  yang  mempengaruhi  tata  kelola  pemerintahan  daerah  yang  baik (good governance).

Dengan  demikian,  momentum  pemilihan  kepala  daerah  dan  wakil  kepala  daerah  Sumenep masa  bakti  2015  -  2020,  bukan  hanya  sekedar  ajang  kompetisi  politik  semata,  tapi  ia  juga  sebentuk peluang bagi perbaikan kualitas demokrasi lokal yang lebih bening dan beradab. Keyakinan akan jalan demokrasi  lokal yang  sehat  dan  beradab  didasarkan  pada  modal  sosial  yang  masih  dimiliki  oleh  kita sebagai  daerah.  Keteladanan  kepemimpinan  dan  kearifan  lokal  yang  dimiliki  oleh  rakyat  dinegeri  ini dipercaya menjadi bahan baku bagi terbentuknya kesantunan politik dalam demokrasi lokal.

Etika  sosial  dan  spirit  keagamaan  yang  tinggi  adalah  elemen  paling  mendasar  bagi pencerahan  demokrasi.  Dengan  demikian  harapan  akan  terciptanya  pemilihan  kepala  daerah  yang tanpa kekerasan adalah sesuatu keniscayaan sejarah negeri ini. 

Untuk  menjamin  langkah  politik  kami  dalam  mengarungi  bahtera  politik  dalam  kompetisi pemilihan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah Sumenep masa bakti 2015 - 2020, maka kami  perlu  menyusun  pandangan  masa  depan  kami  tentang  Sumenep  dalam  bentuk  Visi  Misi  dan Program Unggulan, yang disusun dengan memperhatikan kesinambungan pembangunan. Visi dan Misi juga memperhatikan dengan sungguh-sungguh kondisi obyektif dan dinamika sosial, politik, ekonomi, agama  dan  kebudayaan  yang  berlangsung  di  daerah  ini  yang  menjadi  barometer  untuk mentransformasi perubahan dengan target pencapaian yang terukur, terencana dan realistis.

Tuntutan  dan  harapan  rakyat  menjadi  satu-satunya  kondisi  yang  menuntut  adanya  pilihan program  ke  depan.  Program  dan  kebijakan  yang  dirumuskan  adalah  respon  atas  berbagai permasalahan  pada  periode  sebelumnya  yang  tidak  tuntas,  sekaligus  secara  visible  mendesain  arah pembangunan 5 (lima) tahun ke depan yang lebih realistis. Oleh karenanya kami berpandangan bahwa dalam  periode  ke  depan  diperlukan  program  nyata  dan  menyentuh  masalah  sosial  ekonomi - kemasyarakatan di kawasan yang tertinggal dan terbelakang. 

Sebagai  daerah  yang  ditopang  banyak  pulau,  Kabupaten  Sumenep  memiliki  karakteristik geografis  yang  unik  yang  membutuhkan  perhatian  serius.  Percepatan  pembangun  infrastruktur, keseimbangan  ekonomi  dan  ekologi  dalam  eksplorasi  maupun  eksploitasi  sumberdaya  alam, pelayanan kebutuhan  dasar rakyat,  peningkatan  ekonomi  rakyat,  tata  kelola  pemerintahan  yang baik, kemandirian fiskal daerah dan khususnya perhatian terhadap pembangunan Sumenep ke depan.

Konsep Super Mantap 

Super Mantap mempunyai makna “Sumenep Semakin Sejahtera dengan Pemerintahan yang Mandiri,  Agamis,  Nasionalis,  Transparan,  Adil  dan  Profesional”.  Konsep  ini  sebagai  roh  dalam pelaksanaan  pembangunan  di  Sumenep.  Adapaun  penjelasan  umum  dari  konsep  Super  Mantap, sebagai berikut;

Secara spesifik, Sumenep Sumekar bermakna dua perspektif; pertama, Sumenep mempunyai potensi sumber daya (resources) alam yang melimpah dan kaya khazanah kebudayaan. Apabila SDA yang  melimpah  seperti  migas,  pertanian  dan  sektor  industri  (home  industri)  lainnya  dimaksimalkan akan  berdampak  pada  peningkatan  kesejahteraan  (daya  beli)  masyarakat  Sumenep.  Kesejahteraan ditandai  dengan  semakin  meningkatnya  kualitas  hidup  yang  layak,  tercukupinya  kebutuhan  dasar pokok manusia  yang  meliputi  pangan,  papan,  sandang,  kesehatan,  pendidikan  dan  lapangan  kerja, yang didukung oleh infrastruktur sosial budaya ekonomi yang memadai. 

Kedua,  Sumenep  kaya  keragaman  budaya/tradisi  yang  mempunyai  nilai-nilai  teologis  (ke-Tuhanan), kemanusiaan dan sejuta makna (meaning) lainnya yang mempunyai implikasi positif dalam membangun  peradaban  manusia  Madura  khususnya  Sumenep  seperti  nilai  toleransi,  gotong  royong, kuatnya  ikatan  persaudaraan  ditengah  hantaman  glamourisme  dan  pengaruh  global.  Intinya, keragaman budaya Madura dapat dijadikan modal penguatan ikatan sosial masyarakat Madura. Semangat  membangun  Sumenep  yang  mandiri  sebagai  konsep  yang  berangkat  dari  suatu keyakinan bahwa masyarakat Sumenep yang didukung dengan stakeholders mempunyai kemampuan untuk  mengatur  dan  mengurus  proses pembangunan  daerah  di  Kabupaten  Sumenep.  Kemandirian disini  bukan  berarti  tidak  menjalin  kerjasama  dengan  pihak  lain  namun kemandirian  disini  difokuskan kepada  proses  pembangunan  berdasar  prakarsa/usul/inovasi  serta  direalisaikan  sendiri  oleh masyarakat Sumenep atas dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep. Masyarakat Sumenep yang agamis harus menjadi roh pembangunan maka semua proses dan output  pembangunan  di  Sumenep  tidak  semata-mata  untuk  kesejahteraan  ekonomi  namun  harus diimbangi dengan pendekatan spiritual (agama) untuk membentuk masyarakat Sumenep ber-akhlaqul karimah.  Dengan  kata  lain  apabila  konsep  agama  dijadikan  modal/spirit  dalam  berkehidupan masyarakat dan pengelolaan pemerintahan maka Sumenep akan tercipta masyarakat yang bersih dan  berwibawa.

Sumenep  bagian  dari  NKRI  maka,  semangat  nasionalisme  yang  dimaknai  cinta  tanah  air. Secara  konseptual  bermakna  bahwa  semua  hal  yang  dilakukan  dalam  pembangunan  ini  tidak menimbulkan  egoisme  kedaerahan  namun  juga  untuk  rakyat  Indonesia.  Yang  paling  penting  konsep nasionalisme  ini  adalah  mempertahankan  NKRI  dari  semua  rongrongan  untuk  memecah  belah persatuan dan kesatuan serta jati diri (nilai-nilai luhur) bangsa Indonesia.

Untuk  mencapai  kesejahteraan  tersebut,  wajib  didukung  oleh  semangat  transparansi  atau keterbukaan  untuk  umum  sebagai  salah  satu  unsur  penting  dalam  mewujudkan  pemerintahan  yang bersih (good  government).  Good  Governance  yang  dimaknai  pengejawantahan  nilai-nilai  luhur  dalam mengarahkan warga negara (citizen) kepada masyarakat dan pemerintahan yang berkeadaban melalui wujud pemerintahan  yang  bersih  dan  berwibawa.  Upaya  pemerintahan  yang  bersih  adalah  sikap dimana kekuasaan dilakukan oleh masyarakat yang diatur oleh berbagai level pemerintah negara yang berkaitan  dengan  sumber-sumber  sosial,  budaya,  politik  serta  ekonomi.  Dalam  praktiknya pemerintahan  yang  bersih  (clean  government)  adalah model  pemerintahan yang  efektif,  efisien,  jujur, transparan  dan  bertanggung  jawab  (accountable)  dan  pelayanan  prima  kepada  masyarakat. Transparansi  mutlaq  diwujudkan  sejak  proses  pembangunan,  pelaksanaan,  monitoring,  evaluasi  dan refleksi,  sehingga  dengan  transparansi  tersebut  semua  proses  hingga  out  put  yang  dihasilkan  dapat dipertanggung jawabkan oleh semua pihak.
  
Pembangunan  harus  dilakukan  secara  adil  adalah  ikhtiar  politik  pembangunan  di  Sumenep untuk  meminimalisir  ‘ketimpangan’  distribusi  pembangunan  antara  Daratan  dan  Kepulauan.  Keadilan disini  tidaklah  bersifat  kuantitatif  fifty-fifty  namun  pola  distribusi  pembangunan  tersebut  berdasar kebutuhan  (need  assesment)  masyarakat,  sehingga  dengan  pola  keseimbangan  dan  keadilan pembangunan tersebut antara masyarakat daratan dan kepulauan sama-sama merasakan ‘manis’nya pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat Sumenep. Selain  itu,  pelaksanaan  pembangunan  harus  dilakukan  secara  profesional  bahwa  semua proses  dan  pelaksanaan  pembangunan  Sumenep  dilakukan  secara profesional  yang  mengarah kepada  kemampuan  skill  dan  sesuai  dengan  ahlinya.  Penegasan  ini  penting  agar  pelaksanaan pembanguan  lebih  terarah,  fokus  dan  tepat  sasaran  sesuai  dengan perencanaan.  Profesional  disini tidaklah  berarti  mendatangkan  ‘orang  luar’  (baca;  asing)  sebagai  aktor  pembangunan  namun  harus dimaksimalkan  masyarakat  Sumenep  sendiri  yang  memang  mempunyai  kapasitas  dan  pengalaman dalam pengelolaan pembangunan.

M I S I
Sebagai implementasi Visi diatas, berikut ini 9 (Sembilan) Misi pembangunan Sumenep : 

1.  Meningkatkan  kualitas  sumber  daya  manusia  (SDM)  melalui  pendidikan,  kesehatan  dan
pengentasan kemiskinan.
2.  Mempercepat pembangunan infrastuktur wilayah kepulauan dan daratan. 
3.  Meningkatkan kemandirian perekonomian pedesaan dan perkotaan dengan memperhatikan
potensi ekonomi lokal yang unggul dan berdaya saing tinggi. 
4.  Meningkatkan kultur dan tata kelola pemerintahan yang profesional, dan accountable.
5.  Meningkatkan partisipasi masyarakat dan stakeholders dalam proses pembangunan.
6.  Mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan lingkungan yang berkelanjutan
(sustainable). 
7.  Meningkatkan tata kehidupan masyarakat aman dan kondusif.
8.  Meningkatkan  dan  mengembangkan  nilai-nilai  keagamaan  dan  nasionalisme  dalam
kehidupan bermasyarakat. 
9.  Memelihara  dan  mengembangkan  nilai-nilai  budaya  dan  kearifan  lokal  sebagai  jati  diri
masyarakat Sumenep. 
  
PROGRAM UNGGULAN 2015-2020

1.  Peningkatan Kualitas Pendidikan 
2.  Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Gratis
3.  Mencetak 5000 Wirausahawan Muda
4.  Peningkatan  Pemberdayaan  Penyandang  Masalah  Kesejahteraan  Sosial
(PMKS) 
5.  Peningkatan  dan  Percepatan  Pembangunan  Inftrastruktur  Wilayah
Kepulauan 
6.  Optimalisasi dan Revitalisasi Pasar Tradisional
7.  Peningkatan  Pengarusutamaan  Gender  serta  Perlindungan  Perempuan
dan Anak
8.  Mewujudkan Kota BERSERI dan Desa Sejahtera 
9.  Peningkatan Profesionalitas dan Inovasi Birokrasi 


Sumenep, 27 Juli 2015
Calon Bupati Wakil Bupati Sumenep 2015-2020



               

                   Dr. KH. A. BUSYRO KARIM, MSi                        ACHMAD FAUZI