- - - -
Facebook  Twitter  Google+

22/09/2015

Aklamasi, Anggia Ermarini Jadi Ketua Umum Fatayat NU Periode 2015-2020

lintasmaduranews - Forum Kongres ke-15 Fatayat Nahdatul Ulama di Asrama Haji Surabaya, Senin (21/9/2015) malam memilih Anggia Ermarini sebagai ketua umum periode 2015-2020. Dia menggantikan ketua umum sebelumnya, Ida Fauziyah.

Anggia pada periode sebelumnya menjabat sekretaris umum Fatayat, terpilih secara aklamasi dalam sidang pemilihan ketua umum yang dipimpin oleh Wartiah, dari pengurus wilayah NTB.

"Ini adalah pemilihan yang paling demokratis, karena pimpinan terpilih melalui proses musyawarah yang cukup hangat," katanya.

Sebelumnya, santer tersiar kabar, bahwa ada satu lagi calon ketua umum Fatayat yang akan bertarung dalam kongres tersebut. Dia adalah Margaret Aliyatul Maimunah (mantan ketum PP IPPNU).

Anggia dalam sambutan penyampaian visi dan misinya mengaku tugas Fatayat di tengah masyarakat masih banyak dalam hal mengawal kepentingan perempuan seperti, kemandirian ekonomi, peningkatan kesehatan reproduksi, dan penguatan kapasitas perempuan di bidang sosial, politik, dan pemerintahan.

Keanggotaan Fatayat di tengah masyarakat yang merambah hingga ranting anak cabang merupakan modal potensial bagi Fatayat untuk melakukan perubahan, khususnya dalam hal yang mencakup kepentingan dan kesejahteraan perempuan.

"Saya nggak bisa sendiri untuk membangun Fatayat NU. Saya perlu tim kerja yang solid berkualitas dedikasi dan komitmen mengembangkan fatayat," kata Anggi.

Mantan Sekretaris PP Fatayat NU 2010-2015 ini menambahkan, dirinya akan merangkul semua potensi di Fatayat NU, dan mendukung serta melaksanakan program-program prioritas seperti pengembangan organisasi, kesehatan, ekonomi selama 5 tahun akan datang.

"Fatayat NU telah mencoba membangun grand design fatayat selama 25 tahun akan datang," ujarnya.

"Kongres tahun ini sudah menentukan rancangan 5 tahun. Mungkin kita akan mengembangkan bagaimana Fatayat NU 20 sampai 25 tahun akan datang. Sehingga kita punya target Fatayat NU ini mau dibawa kemana," jelasnya.

Terkait Pilkada serentak, Anggi menegaskan, siapapun dan dari manapun calon kepala daerah dari perempuan, itu menjadi prioritas Fatayat NU.

"Yang jelas Fatayat NU tidak berpolitik, tapi mempunyai hak berpolitik. Kalau ada calon dari Fatayat akan kita dorong, tapi Fatayat tidak masuk ke area berpolitik," tandasnya.