- - - -
Facebook  Twitter  Google+

24/09/2015

Berkah Idul Adha Bagi Pemulung dan Pencari Amal

lintasmaduranews - Hari Raya Idul Adha banyak membawa berkah bagi warga yang kurang mampu. Selain mendapatkan daging kurban, di antara mereka ada yang mendapatkan berkah dari koran bekas yang sudah dijadikan alas sholat Idul Adha.

Seorang warga Pamolokan berdiri dengan karung yang bersisi koran bekas. 
Di depan Masjid Agung Sumenep, ada beberapa pemulung mengumpulkan koran bekas tersebut. Ada yang mengumpulkan hingga 3 karung, ada juga yang mengumpulkan sampai 4 karung.

Zainal saat bersama temannya dari Kerta Sada Kalianget, mengatakan,  koran-koran bekas yang sudah dikumpulkan akan dijual ke pengepul seharga Rp.1000,- perkilo.

"Ini lagi ngumpulkan koran bekas. Nanti akan dijual kepada pembeli hasilnya untuk dimakan, Mbak," katanya.

Pak Zainal berhasil mengumpulkan koran bekas sebanyak 3 karung
Hal sedana juga disampaikan Ibu Nana warga Pamolokan, koran yang sudah dimasukkan ke dalam karung itu akan dililipat dengan rapi, setelah itu baru dijual seharga Rp. 1.000,- perkilo. Kalau tidak dilipat rapi, harganya hanya Rp.500,- perkilo.

"Saya shalat di sini, setelah shalat saya mengumpulkan koran bekas ini. Nanti akan dijual, kalau dujual kayak gini (tidak dilipat), harganya cuma lima ratus rupiah, tapi kalau dilipat rapi, harganya seribu rupiah," katanya.

Ibu Nana menambahkan, harga koran bekas sangat murah, namun pekerjaan itu tetap dikerjakan karena sudah kebiasaan rutin setiap tahun. Selain itu, tambahnya, juga mencari amal dari bersih-bersih di depan masjid.

"ini sudah kebiasaan saya setiap tahun. Selain saya mendapatkan uang, insya Allah saya mendapatkan amal baik karena bersih-bersih di halaman masjid," pungkasnya.

Warga Kampung Arab membersihkan koran bekas alas shalat Idul Adha
di Jl. A. Ayni Pajagalan
Pencari amal baik dari bersih-bersih koran bekas alas shalat Idul Adha juga dilakukan warga Kampung Arab Pajagalan Sumenep di Jl. A. Yani yang sebelumnya dijadikan tempat shalat Idul Adha dengan khotib Habib Ali Ridho bin Muhammad Alydrus dari Jakarta.