- - - -
Facebook  Twitter  Google+

11/09/2015

BKD Bangkalan Belum Tahu Ada Guru Gelapkan Mobil Rental

lintasmaduranews - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bangkalan hingga saat belum menerima laporan atas tertangkapnya oknum guru perempuan berinisial NN (53), warga Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Kota.

"Saya belum menerima laporan secara tertulis dari Disdik (Dinas Pendidikan) Bangkalan atas kejadian itu. Malah saya baru tahu dari media massa," ungkap Kepala BKD Bangkalan Roosly Hariyono, Kamis (10/9/2015).

Karena itulah, Nono, begitulah ia akrab disapa, belum memberikan komentar atas kasus dugaan pengelepan tiga mobil yang menjerat tenaga pengajar di salah satu SMPN di Kecamatan Burneh itu.

"Pastinya status dia itu masih THL. Namun terkait pemberian punishment, kami menunggu dari pihak Disdik," ungkap Nono.

Seperti diketahui, NN ditangkap Satreskrim Polres Bangkalan sebulan yang lalu. Ia dilaporkan dua pemilik rent car karena belum mengembalikan tiga mobilnya.

Tiga mobil itu yakni Honda Jazz berwarna merah bernopol L 1373 OJ, digadaikan Rp 40 juta dan Toyota Avanza L 1482 MB, digadaikan Rp 20 juta. Sementara satu mobil Avanza lainnya masih dalam penyelidikan polisi.
Oknum guru di Bangkalan diduga terlibat kasus penggelapan mobil sewaan bukan kali ini terjadi. Sebelumnya, guru SD berinisial DPS (26), warga Desa Plakaran, Kecamatan Arosbaya ditangkap polisi, Senin (11/8/2015).

Perempuan berparas cantik dan berkulit putih itu berstatus guru sukwan. Ia telah menggadaikan dua mobil Toyota Avanza berwarna silver L 1482 MB dan berwarna biru muda W 392 B.

Mobil - mobil tersebut milik pengusaha rental Siti Aminah (47), warga Jalan Ki Lemah Duwur, Kelurahan Pejagan. Dua mobil itu digadaikan senilai Rp 85 juta dengan rincian Rp 50 juta dan Rp 35 juta.

"Kalau ya (DPS) sudah kami pecat. Semenetara yang (NN) baru ini belum, masih menunggu Disdik," tegasnya.