- - - -
Facebook  Twitter  Google+

05/09/2015

Disdik Sumenep Bantah Tudingan Legislatif Terkait DAK Kepulauan Salah Sasaran

lintasmaduranews - Dinas Pendidikan Sumenep, Madura, Jawa Timur, membantah adanya tudingan dari legislatif setempat terkait pendistribusian Dana Alokasi Khusus (DAK) yang tidak tepat sasaran dan terkesan tebang pilih di Kepulauan Sumenep.

“Oh nggak bener itu, kami di Disdik tidak pernah membeda – bedakan sekolah yang akan diberi DAK, ya kalau sekolah itu butuh kami beri. Setidaknya konfirmasi ke kami dulu biar tahu,” bantah Kepala Disdik Sumenep Achmad Sadik sebagaimana dilansir RRI, Sabtu (5/9/2015).

Sadik menjelaskan, tahun ini untuk Sekolah Dasar (SD) yang dainggarkan untuk menerima bantuan rehap berat sekabupaten Sumenep sebanyak 30 Sekolah, dengan anggaran Rp 6,6 M.

“Kalau kami dibilang tebang pilih atau ada faktor kedekatan, dari 30 sekolah yang dialokasikan, 10 sekolah justru di kepulauan Kangean, sedangkan 20 sekolah lainnya di daratan. Memang Kepulauan menjadi prioritas kok. Kami juga dalam menentukan sekolah yang akan mendapat bantuan meminta masukan dari aparat desa setempat, jadi kami punya data,” tandasnya.

Terkait sekolah yang kembali mendapat bantuan DAK dari tahun sebelumnya, dirinya mengakui, karena hal itu merupakan kelanjutan dari program sebelumnya.

“Ya wajar dikasih lagi, la wong belum selesai, misalnya di sekolah tersebut muridanya banyak dan mempunyai 6 kelas, semenatar yang direhap baru 3 kelas, maka tahun sebelumnya akan dituntaskan,” jelasnya.

Sementara besaran paket untuk tiap sekolah, lanjut Sadik tidak sama, karena dilihat dari kerusakan dan jumlah muridnya.

“Besaran dananya tidak sama, namun rata – rata sebesar Rp 200 juta per paketnya, bahkan selain dari DAK, kami juga mengajukan bantuan sosial (bansos) ke pusat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Anggota DPRD Asal Kepulauan Suharinomo menengarai adanya faktor kedekatan dalam pendistribusian DAK di Kepulauan, karena hanya terpusat di wilayah kecamatan.