- - - -
Facebook  Twitter  Google+

11/09/2015

Dua Orang Nelayan di Bangkalan Hilang

lintasmaduranews - Sebuah perahu motor yang ditumpangi dua nelayan; Rohim (28) dan Iwan (32), warga Kampung Lebak, Kelurahan Pangeranan ditemukan warga di pesisir Kampung/Kelurahan Bancaran tanpa awak, Kamis (11/9/2015) malam.

Perahu ditemukan dalam kondisi mesin mati karena diduga kehabisan bahan bakar. Di dalamnya, ditemukan empat jaring dan sebuah korek api.

Perahu itu dipastikan yang ditumpangi Rohim dan Iwan untuk melaut pada Kamis (10/9/2015).

"Perahunya sudah ditemukan. Namun mereka belum. Warga di kampung sudah berusaha maksimal hingga ke tengah laut, namun belum ada hasil," ungkap mertua Rohim, Mulyono, Jumat (11/9/2015).

Ia mengatakan, perahu ditemukan dalam posisi normal. Diduga sebelumya, mesin dalam kondisi menyala dengan kemudi mengarah ke pinggir laut.

"Tapi saat ditemukan, mesin sudah mati. Sepertinya dalam perjalanan pulang. Saya tidak tahu kondisi angin saat itu karena saya sopir angkutan umum," pungkasnya.

Sementara itu, nelayan Mudher (50), tetangga Rohim dan Iwan menduga, keduanya terjatuh karena terhempas ombak saat hendak menurunkan jaring.

"Kalau saat perjalanan tidak mungkin terjatuh. Angin saat itu tidak ada dan cuaca normal," pungkasnya.

Belum ditemukannya dua nelayan itu kendati pencarian dilakukan memantik reaksi minor dari Ketua Parliement Watch Bangkalan Jimhur Saros.

Menurutnya, hampir separuh dari 18 kecamatan di Bangkalan merupakan kawasan pesisir. "Sudah waktunya Bangkalan ini mempunyai Tim SAR," tegas Jimhur.

Beberapa kejadian, lanjutnya, seperti evakuasi korban jatuh ke sumur di Desa Jukong, Kecamatan Labang beberapa waktu lalu harus membutuhkan waktu selama 5 jam lebih karena menunggu Tim Evakuasi dari Brimob Polda Jatim.

Dikonfirmasi terpisah, Kasatpolairud Polres Bangkalan AKP Nur Mahmud mengemukakan belum mendengar kabar hilangnya dua nelayan tersebut. "Hingga saat ini kami belum menerima laporan atas kejadian itu," ujarnya sebagaimana dilansir SURYA.co.id.

Ia menghimbau agar warga nelayan lebih berhati - hati saat hendak melaut karena kondisi angin berubah - ubah.