- - - -
Facebook  Twitter  Google+

18/09/2015

Empat Kecamatan Tidak Menebus, 6.749 Ton Raskin Tidak Tersalurkan

lintasmaduranews - Sebanyak empat kecamata tidak menebus raskin sehingga 6.749 Ton beras tidak tersalurkan ke penerima. Kecamatan yatidak menebus raskin yakni Kecamatan Dungkek sejak Maret lalu tidak melakukan penebusan sama sekali,  disusul Pasongsongan, Masalembu, dan Kangayan yang tidak menebus sejak  Mei.

”Kami terus memacu tim raskin di masing-masing Desa dan Kecamatan untuk melakukan percepatan penyaluran raskin, apalagi stok di Gudang Bulog Sumenep saat ini cukup banyak,” kata kepala Sub Sarana Bagian Sarana Perekonomian Pemkab Sumenep, Wedi Sunarto, Jum’at (18/9/2015).

Wedi menyebutkan, berdasarkan data di Gudang Bulog, total sisa raskin yang belum terserap dari Januari hingga September untuk 27 Kecamatan di Sumenep kurang lebih 6.749 ton. Adapun total pagu raskin dari Januari hingga September yang semestinya sudah tersalurkan yaitu 15.711 ton.

”Pagu per bulan untuk 27 Kecamatan kurang lebih 1.754 ton, namun ternya tidak terserap keseluruhan. Setiap bulannya selalu ada sisa semisan Januari yang mencapai 89 ton lebih, Februari, Maret, dan bulan-bulan berikutnya hingga September ini selalu ada sisa,” terangnya

Menurutnya, rendahnya realisasi penyaluran raskin  diduga karena pemerintah desa  kesulitan untuk memberikan talangan dana penebusan, sebab untuk wilayah Madura tidak diperbolehkan dengan sistem modal jaminan (MJ) melainkan membayar langsung  Cash and Carry.

”Tahap awal penebusan yang terlambat karena tidak tersedianya stok di Gudang Bulog. Selain itu pemerintah desa kesulitan mendapat talangan penebusan," pungkasnya.