- - - -
Facebook  Twitter  Google+

23/09/2015

Forkamasa dan Lurah Rongtengah Saling Beber Kasus


lintasmaduranews - Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Sampang (Forkamasa) ke Kantor Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Kota Sampang, dengan sorotan dugaan korupsi bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) terjadi saling ungkap kasus.

Dalam unjuk rasa tersebut, Forkamasa menuding Lurah Rongtengah Muhammad Sidik beserta koleganya telah melakukan pemangkasan dana program RTLH pada 30 penerima di tiga kelompok.

"Saat kami melakukan penelitian, ternyata serapan anggaran yang seharusnya Rp10 juta per KK, ternyata serapannya berkisar Rp3,5 juta, sisanya kemana," ucap Afrizal korlap aksi saat orasi di depan kantor Kelurahan Rongtengah, Rabu (23/9/2015).

Mendapat tuduhan tersebut dan merasa tersudut, Lurah Rongtengah Muhammad Sidik yang menemui pengunjuk rasa membeberkan temuannya, bahwa Forkamasa melakukan pemangkasan beasiswa dari 79 mahasiswa penerima.

"Kalau kalian menuduh saya seperti itu, baik saya beberkan tindakan kalian. Kalian melakukan pemotongan beasiswa dari 79 mahasiswa, dari Rp2 juta, yang diserahkan hanya Rp1,5 juta. Yang Rp5 ratus ribu kalian anggap masuk organisasi," ungkap Muhammad Sidik dihadapan mahasiswa.

Dengan adanya saling ungkap kasus tersebut, baik massa dari Forkamasa dan Lurah Rongtengan terjadi perang argumen dan saling bantah.

Untuk menghindari terjadinya kericuhan, petugas keamanan yang datang kelokasi langsung menengahi keduanya dan para pengunjuk rasa langsung membubarkan diri.