- - - -
Facebook  Twitter  Google+

17/09/2015

Harga Hewan Kurban di Sumenep Naik

lintasmaduranews - Menjelang Hari Raya Idul Adha harga hewan kurban di Kabupaten Sumenep naik. Harga kambing misalnya yang sebelumnya hanya 750 ribu perekor saat ini naik menjadi Rp 1.250.000, harga sapi sebelumnya ukuran normal harganya sekitar Rp 9 juta, saat ini bisa mencapi Rp 10 juta.

“Kenaikan harga hewan kurban tersebut merupakan sesuatu yang normal, karena permintaan memang meningkat untuk kepentingan kurban,” ujar Samaudin salah soerang pengusaha hewan kurban asal Kecamatan Ambunten, Kamis (17/09/2015).

Untuk kambing yang dicari pembeli saat ini adalah kambing jantan dengan usia di atas 1 tahun, sedangkan  untuk sapi, baik jantan maupun betina sama-sama dicari pembeli, Namun untuk sapi jantan harganya lebih mahal.

”Harga terebut biasanya akan terus meningkat hingga H-3 lebaran,” imbuhnya.

Permintaan hewan kurban tidak hanya datang dari perseorangan, melainkan datang juga dari lembaga, yang tiap hari raya Idul Adha selalu menyiapkan hewan kurban untuk warga yang membutuhkan. Bahkan, untuk mempermudah mendapatkan hewan kurban yang lebih murah dan berkwalitas, saat ini banyak yang datang langsung pada peternak untuk membeli.

“Untuk lembaga biasanya hewan kurbanya dikumpulkan, dan dijual kembali dengan kandang husus menyediakan hewan kurban,” paparnya,

Sebelumnya Dinas Peternakan Sumenep menjamin hewan ternak untuk kurban yang dijual di daerah setempat, aman karena bebas dari penyakit berbahaya.

"Sampai saat ini kami belum menemukan atau menerima laporan adanya hewan ternak baik kambing maupun sapi, yang terjangkit penyakit berbahaya," kata Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Sumenep, Arief Rusdi, Rabu (16/09/15).

Penyakit berbahaya yang bisa menjangkiti hewan ternak seperti sapi dan kambing diantaranya antraks dan brucellocis atau penyakit keluron menular (keguguran). Biasanya ternak yang terjangkit keluron, maka anak hewan yang dilahirkan akan lemah, kemudian mati.

"Dari hasil pemantauan intensif, hewan ternak di Sumenep yang dijual untuk kepentingan kurban ini bebas dari penyakit-penyakit berbahaya. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir," ujarnya.