- - - -
Facebook  Twitter  Google+

10/09/2015

HMI Turun Jalan Kumpulkan Koin untuk Terdakwa Pemecah Nako

lintasmaduranews - Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jombang turun ke jalan, tepatnya di traffic light Taman Kebonrojo, mengumpulkan koin uang dari pengguna jalan untuk membantu Wahyuningsih Eko Rini (40), Kamis 10/9/2015).

Wahyuningsih, warga Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang Kota, kini menjadi terdakwa di PN Jombang hanya karena memecahkan salah satu kaca nako di Balai Desa Plosogeneng.

Dalam sidang Rabu (9/9/2015), Wahyuningsih membacakan pledoi setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta majelis hakim memberi hukuman kepada terdakwa 4 bulan penjara.

Begitu tiba di perempatan, aktivis HMI memasang spanduk bertuliskan Posko Koin untuk Bu Wahyuningsih. Dengan beberapa kotak karton bertuliskan Koin untuk Bu Wahyuningsih mereka menyodorkan kepada beberapa pengguna jalan yang berhenti di traffic light tersebut.

Sejumlah pengguna jalan merogoh dompet dan mencemplungkan uang ke dalam kotak karton tersebut. “Terima kasih. Hari ini Anda semua telah berbuat baik, meringankan beban Bu Wahyuningsih. Hanya karena masalah sepele, Bu Wahyuningsih terancam dipenjara,” kata Ketua HMI Cabang Jombang Abdul Kholiq, lewat pengeras suara.

Kasus yang menyeret Wahyuningsih ke meja hijau itu sendiri terjadi Januari 2015. Dia dilaporkan ke polisi dengan tuduhan melakukan pengerusakan Balai Desa (memecahkan kaca nako Balai Desa) oleh Kades Tomi Asi Purwanto, sampai akhirnya diadili di PN Jombang.

Berdasarkan pledoi yang dibacakan terdakwa, dia mengakui memecahkan kaca nako, namun itu dilakukan tanpa kesengajaan. “Memang tangan saya menyentuh kaca nako itu, kemudian pecah karena jatuh. Tapi itu saya lakukan tidak sengaja," katanya.

Saya hanya menyentuh kaca tidak menjatuhkan kaca. Hanya saja penjepitnya sudah berkarat sehingga kaca jatuh dan pecah, kata Wahyuningsih.

Begitu kaca itu pecah, dia meminta maaf dan bersedia mengganti, namun Kades Tomi Adi Purwanto tidak menanggapi semua itu. Kades kemudian bahkan melaporkannya ke polisi.