- - - -
Facebook  Twitter  Google+

23/09/2015

Jamaah Haji Asal Sampang Meninggal di Makkah

lintasmaduranews - Ahmadi warga Kecamatan Tambelangan Kabupaten Sampang, Madura, salah satu jamaah calon haji asal pulau garam ini di kabarkan meninggal dunia di Tanah Suci Mekkah.

"Almarhum Ahmadi ini merupakan warga Kecamatan Tambelangan dan kematianya di duga karena penyakit yang di deritanya,"kata Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Sampang KH Mudjalli, Rabu (23/9/2015).

Lebih lanjut KH.Mudjalli menjelaskan, sesuai informasi yang diterima kantor Kemenag melalui petugas yang mendampingi para jemaah haji. Ahmadi meninggal dunia sekitar dua hari yang lalu, saat istirahat di dalam maktab Kota Makkah,pukul 2:30 waktu setempat.

"Kami menerima informasi ini dari tim di Mekkah," tegasnya.

Dengan adanya informasi meninggalnya satu orang jemaah asal Sampang ini, pihak Kemenag mengaku sudah mendatanggi rumah korban untuk melakukan koordinasi.

Sekedar di ketahui, 344 orang jamaah haji asal Sampang sudah berangkat ke tanah suci pada 12 September lalu, sementara dengan adanya informasi meninggalnya satu jemaah haji tersebut. Maka jumlah jemaah haji asal Sampang saat ini berjumlah 434.

Sementara Kasubag Informasi Haji Kementerian Agama (Kemenag) Affan Rangkuti kembali melansir jumlah jamaah haji Indonesia yang meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

Hingga Rabu (23/9/2015) pukul 09.00 WIB tercatat sebanyak 122 orang jamaah haji Indonesia wafat termasuk sembilan orang yang meninggal karena tragedi crane.

Jumlah jamaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci meningkat dari hari kemarin yang tercatat sebanyak 117 orang. Jika merujuk pada 2014, berdasarkan data dari Kemenag, jumlah jamaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci sebanyak 320 orang.

Sedangkan berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) jumlah jamaah haji yang dirawat juga mengalami peningkatan yakni 366 orang. Pada hari Selasa 22 September 2015 tercatat hanya 291 orang termasuk di dalamnya mereka yang dirawat karena tragedi crane di Masjidil Haram, 11 September 2015.

"Mereka yang dirawat ini rata-rata karena mengalami serangan jantung dan gangguan pernapasan. Kan jamaah haji kita ristinya (risiko tinggi) 60 persen lebih. Resiko tinggi ini karena faktor penyakit dan rentan usia karena jamaah haji Indonesia berada di usia rata-rata 70 tahun," terang Affan Rangkuti kepada Okezone di Kemenag Jalan Lapangan Banteng, Rabu (23/9/2015).

Affan melanjutkan pendaftaran haji melalui pemerintah memang memberikan kapasitas besar kepada jamaah lanjut usia (lansia) yang berumur 75 tahun ke atas terhitung sejak 21 Agustus 2015.

"Itu permintaan masyarakat. Kita sampaikan umur 75 tahun yang umurnya pada saat itu 75 tahun per 21 Agustus 2015, bisa melakukan pelunasan dan berangkat haji tahun ini," jelasnya.