- - - -
Facebook  Twitter  Google+

17/09/2015

Kamar Hotel Jamaah Haji Indonesia Terbakar, Ini Penyebabnya

lintasmaduranews - Jemaah haji Indonesia diimbau tidak meninggalkan alat penanak nasi atau rice cooker dalam kondisi menyala. Sebuah kamar di Hotel Sakkab Al Barakah, Aziziah, Mekah, Arab Saudi terbakar pada Kamis pukul 00.00 waktu setempat.

Api menghanguskan seluruh isi kamar 801 Lantai 8 Pemondokan 403 itu. Tidak ada korban jiwa, namun seluruh barang bawaan milik jemaah yang tinggal di kamar itu musnah dilalap api.

"Ada 2 orang yang tinggal di dalam kamar itu," kata Kepala Seksi Perlindungan Jemaah Daerah Kerja Mekah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Jaetul Muchlis Bashir, Kamis (17/9/2015).

Lantai 8 Pemondokan 403 dihuni jemaah dari Kediri yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) Surabaya (SUB) 61. Mereka tiba di Mekah pada Rabu 16 September 2015. Jemaah dalam kloter ini melakukan umrah qudum atau kedatangan secara bertahap.

Muchlis menjelaskan, kebakaran terjadi saat penghuni kamar sedang umrah. Dia menduga penghuni kamar lupa mematikan rice cooker ketika berangkat umrah.

"Rice cooker menyala, padahal umrah berjalan sampai 2 jam. Ini tentu saja sangat ceroboh," ujar Muchlis.

Melewati tengah malam, asap muncul dari lantai 8 pemondokan. Dengan cepat, asap memenuhi lantai lain di bawahnya. Pemondokan 403 memiliki 10 lantai yang terisi lantai 1 sampai lantai 8. "Jemaah histeris melihat asap," ujar Muchlis.

Selanjutnya, petugas langsung mengevakuasi seluruh jemaah dari lantai 1 sampai lantai 8. Sebagian pintu yang terkunci dibuka paksa. Petugas sektor juga menghubungi pemadam kebakaran setempat.

"Tidak sampai 5 menit petugas kebakaran langsung datang," imbuh dia.

Petugas kepolisian juga datang untuk mengatur lalu lintas di sekitar pemondokan. Petugas pemadam kebakaran bekerja dengan cepat mulai dari memadamkan sumber api di kamar 801 dan mengevakuasi 2 jemaah ke rumah sakit milik pemerintah Arab Saudi.

Muchlis menyatakan, 2 jemaah itu dievakuasi bukan karena mengalami luka melainkan mengirup asap tebal. "Keduanya jemaah risiko tinggi, sudah uzur. Dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan. Nanti Sansur akan cek kondisi mereka," kata dia.

Sansur merupakan petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bidang kesehatan yang salah satu tugasnya memantau kesehatan jemaah sakit.

Setelah api dipadamkan, petugas pemadam kebakaran dan tim kesehatan melarang jemaah tinggal di dalam pemondokan karena bau asap masih mendominasi. Seluruh jemaah dipindahkan ke Pemondokan 310 di Hotel Holliday Inn.

Menurut Muchlis, jemaah hanya sementara dipindahkan ke Pemondokan 310.

"Setelah 1x24 jam, jemaah dari lantai 1 sampai 7 bisa kembali ke 403. Untuk jemaah yang lantai 8 harus menunggu dulu karena bau asapnya memang sangat kuat," tandas Muchlis.

Menteri Agama RI Lukman Saifuddin kepada Rappler melalui pesan singkatnya menyampaikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Tak ada korban luka dan jika,” kata Lukman. “Tapi kondisi hotel berantakan akibat akibat proses pemadaman api oleh petugas pemadam kebakaran.”

Kamis petang, jemaah yang dievakuasi sudah diperbolehkan untuk kembali ke hotel semula.