- - - -
Facebook  Twitter  Google+

05/09/2015

Kapal Tenggelam di Perairan Malaysia, 14 WNI Tewas

lintasmaduranews - Enam orang Tenaga Kerja Indonesia asal Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur tenggelam di perairan Sabak Berenam, Selangor, Malaysia saat hendak pulang dari Malaysia, Kamis (3/9/2015). Keenam korban tersebut merupakan warga Dusun Seccang, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan.

Nama 6 orang tersebut yakni Punadi (35), Imam (34), Abd Hamid (55), Suna (50), Hosniyah (27) dan Hotimah (25). Imam dan Punadi selamat, sedangkan 4 orang lainnya belum ditemukan.

“Dua (Imam dan Punadi) dikabarkan selamat, empat orang belum ditemukan,” kata Abd Aziz, sepupu Punadi, Sabtu (5/9/2015).

Keluarga korban mengaku menerima informasi kecelakaan tersebut dari keluarganya yang berada di Malaysia hari Jum’at (4/9/215) sekitar pukul 10.00 WIB.

“Kami mendapat informasi dari keluarga lainnya yang ada di Malaysia jika sudah terjadi musibah,” ujarnya.

Saat ini, suasana di rumah korban sedang berkabung, para tetangga dan sanak keluarga tengah berkumpul menunggu kepastian kabar tersebut.

Kapal yang membawa imigran asal Indonesia itu dikabarkan tenggelam saat bertolak dari Sabak Bernam, Selangor, Malaysia menuju Sumatera.

Duta Besar RI untuk Malaysia Herman Prayitno menyampaikan sebanyak 14 warga negara Indonesia tewas dalam peristiwa kapal tenggelam di perairan Sabak Berenam, Selangor, Malaysia.

"Informasi dari tim SAR yang dikerahkan ke lokasi, korban selamat 20 orang dan yang tewas 14 orang terdiri dari 13 perempuan dan satu laki-laki. Korban selamat dibawa ke kantor polisi hutan melintang, sementara korban tewas disemayankan di RS Teluk Intan," ujar Dubes Herman Prayitno.

Herman menyebutkan bahwa kapal tersebut tenggelam di daerah Sabak Berenam, negara bagian Selangor, yaitu 10 mil dari pantai Malaysia. Kapal yang tenggelam itu adalah jenis kapal kayu dengan ukuran panjang sekitar 15 meter dengan lebar tiga meter.

Kecelakaan kapal tersebut dilaporkan oleh nelayan Malaysia pada pagi hari pukul 10.30 waktu setempat.

Berdasarkan laporan yang diterima, kata Dubes Herman, kapal itu diduga tenggelam akibat jumlah penumpang yang melebihi kapasitas kapal.

"Jumlah penumpang yang melebihi kapasitas inilah yang dipercaya menjadi penyebab tenggelamnya kapal karena cuaca relatif cerah. Dipercaya kapal tenggelam pada pukul 03.00 pagi dalam perjalanan menuju Tanjung Balai Asahan," ujarnya.

Menurut nelayan yang melaporkan jumlah penumpang kapal berjumlah 100 orang, tetapi menurut laksamana kapal itu maksimal 70 orang berdasarkan ukuran kapal.

Sementara menurut Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemenlu Lalu Muhammad Iqbal menyebutkan, 19 WNI yang selamat itu terdiri dari 10 orang Aceh, 2 orang Sumatera Utara, 1 warga Sumatera Barat, 3 warga Surabaya, dan 3 WNI lain yang belum diketahui asalnya.