- - - -
Facebook  Twitter  Google+

16/09/2015

Kualitas Garam Rakyat Madura Diuji di Laboratorium Luar Negeri

lintasmaduranews - Keinginan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti untuk melakukan uji laboratorium kualitas garam rakyat Madura ke luar negeri bukan sekadar janji.

PT Garam (Persero) mengambil sampel garam rakyat di areal tambak garam di Desa Majungan, Desa Padelegan, Kecamatan Pademawu dan di Desa Lembung, Kecamatan Galis, Pamekasan, untuk diuji laboratorium di luar negeri, Senin (14/9/2015) malam.

Perintah untuk uji lab garam di luar negeri ini, lantaran Menteri Susi, menilai uji lab SNI di dalam negeri kurang kooperatif dan independen.
Pengambilan sampel garam ini berlangsung mulai pukul 19.00 hingga pukul 22.00 WIB dipimpin Kepala Divisi Penyerapan Garam Rakyat, PT Garam (Persero), Budi Sasongko, didampingi Ketua Himpunan Masyarakat Petani Garam (HMPG) Jatim, Mohammad Hasan.

Hadir pula Ketua Asosiasi Garam, Yoyok, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pamekasan, petani garam, aparat Polsek Pademawu dan anggota Koramil Pademawu.

Sebagaimana dilansir di media SURYA.co.id, Budi Sasongko mengatakan, pengambilan sampel ini menindaklanjuti permintaan Menteri Susi Pudjiaatuti untuk meyakinkan publik dan seluruh produsen garam, jika garam lokal bisa digunakan untuk industri dalam negeri.

Karena itu, sebelum penyerapan garam dilakukan, pihaknya bersama satgas garam mengambil sampel garam rakyat, baik di tambak garam eks geoisolator maupun non geoisolator, untuk diuji coba di lab ke luar negeri, apakah Singapura atau Jerman.

“Yang jelas PT Garam punya niat baik yang berpihak kepada petani, malam-malam mengambil sampel dibawa ke Jakarta bersama perwakilan petani garam untuk ditujukkan kepada Ibu Susi. Dan kami berharap, sampel ini sampai tujuan dikawal aparat keamanan dengan tepat waktu,” kata Budi Sasongko.

Menurut Budi Sasongko, sebenarnya di dalam negeri sudah ada laboratorium yang independen, di antaranya Sucofindo, termasuk PT Garam.

Namun agar lebih independen, terpaksa uji lab dilakukan di luar negeri selama seminggu hingga 10 hari.