- - - -
Facebook  Twitter  Google+

17/09/2015

Militer Suriah Gunakan Senjata Suplai Rusia

lintasmaduranews - Keterlibatan Rusia dalam konflik Suriah untuk mendukung rezim Presiden Bashar al-Assad diyakini semakin mendalam. Baru-baru ini, militer Suriah dilaporkan mulai menggunakan senjata jenis baru yang disuplai oleh Rusia.

Disampaikan sumber militer Suriah kepada Reuters, Kamis (17/9/2015), bahwa senjata jenis baru yang digunakan militer Suriah ini sangat akurat dan efektif. Menurut sumber ini, militer Suriah mulai menggunakan senjata dari Rusia ini sejak beberapa minggu terakhir, setelah berlatih selama beberapa bulan.

"Senjata-senjata baru dikirimkan, dan senjata jenis baru. Militer Suriah masih berlatih untuk menggunakan senjata-senjata ini. Namun faktanya, militer Suriah telah mulai menggunakan jenis ini," tutur sumber yang enggan disebut namanya ini, saat menjawab pertanyaan soal dukungan Rusia untuk Suriah.

"Senjata ini sangat efektif dan sangat akurat, dan mengenai target dengan tepat. Bisa dikatakan, ini senjata segala jenis -- bisa di udara maupun di darat," imbuh sumber ini kepada Reuters. Namun sumber ini menolak untuk menjelaskan lebih lanjut senjata yang dikirimkan oleh Rusia untuk militer Suriah ini.

Selain suplai militer untuk Suriah, Rusia juga dilaporkan tengah membangun pangkalan militer di wilayah Suriah, yang merupakan sekutunya. Pejabat AS bahkan menuturkan bahwa pihaknya mendeteksi keberadaan sejumlah helikopter Rusia di salah satu pangkalan udara Suriah.

Pejabat AS ini juga menyatakan bahwa Rusia mengirimkan dua pesawat kargo militer ke pangkalan udara di Latakia, yang dikuasai pemerintah Suriah. Reuters melaporkan sebelumnya bahwa kargo itu berisi sekitar 200 tentara infanteri, tank, artileri dan perlengkapan militer lainnya.

Selama ini, Suriah mendapat dukungan militer dari Iran dan juga Hizbullah. Iran mengirimkan milisi dan penasihat militer, sedangkan Hizbullah mengerahkan langsung anggotanya ke wilayah Suriah. Informasi soal keterlibatan Rusia secara mendalam pada konflik Suriah juga pernah disampaikan oleh sejumlah sumber pemerintah Libanon. Sedangkan otoritas Suriah sebelumnya menyebut kehadiran Rusia di wilayahnya hanya sebatas pakar militer.