- - - -
Facebook  Twitter  Google+

25/09/2015

Pabrik Sabut Kelapa di Batang Batang Terbakar

lintasmaduranews - Pabrik pengurai sabut kelapa PT. Semangat Mumbut Sabut (SMS) milik Jonathan di Desa Lombang, Kecamatan Batang Batang, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terbakar, Kamis (24/9/2015) sekitar pukul 11.30 WIB.

Warga Desa Lombang, Atmoni mengatakan kebakaran di pabrik pengurai sabut kelapa itu diketahui oleh karyawannya setelah ada kobaran api di tumpukan sisa sabut kelapa yang sudah diurai.

"Sejumlah karyawan sebenarnya sudah berusaha memadamkan api dengan menyiramkan air ke tumpukan sisa sabut kelapa yang terbakar itu," ujarnya.

Namun, kata dia, upaya tersebut tidak membuahkan hasil dan selanjutnya mereka melaporkan kejadian tersebut ke polisi sekaligus mendatangkan mobil damkar.

Petugas damkar dibantu oleh anggota Koramil dan Polsek Batang Batang berusaha memadamkan api yang menjalar ke tumpukan sabut lainnya di lokasi pabrik," ucapnya.

Atmoni juga mengemukakan, kebakaran di pabrik pengurai sabut kelapa pada Kamis siang ini merupakan kasus yang kedua kalinya.

"Pada 2014, pabrik tersebut pernah terbakar. Kalau waktu persisnya, saya agak lupa. Kira-kira setelah Hari Raya Idul Fitri 2014, karena ketika itu banyak wisatawan ke Pantai Lombang. Kebakaran yang terjadi pada Kamis ini lebih parah dibanding pada 2014," katanya.

Pabrik pengurai sabut kelapa di Desa Lombang yang terbakar itu berada di sisi utara jalan akses utama menuju ke Pantai Wisata Lombang.

Kepala Kepolisian Sektor Batang Batang, AKP Sutrisno menyatakan api yang berkobar di pabrik pengurai sabut kelapa di Desa Lombang, sudah berhasil dipadamkan.

"Petugas pemadam kebakaran terus melakukan pembasahan atau tetap menyiramkan air ke tumpukan sisa sabut kelapa yang sebelumnya terbakar," ujarnya

Penyebab kebakaran Pabrik tersebut masih belum diketahui. Kepolisian Sektor Batang Batang masih terus melakukan penyelidikan.

"Untuk sementara, kami baru meminta keterangan kepada salah seorang karyawan pabrik yang berada di kawasan pabrik ketika terjadi kebakaran," pungkasnya.