- - - -
Facebook  Twitter  Google+

22/09/2015

Panwas Pilkada Sumenep Temukan 3.054 Pemilih Bermasalah

lintasmaduranews - Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Sumenep menemukan sejumlah pemilih 'bermasalah' yang tercantum dalam daftar pemilih sementara (DPS) Pilkada setempat.

"Berdasarkan laporan hasil sinkronisasi DPS, ditemukan 3.054 pemilih 'bermasalah' yang seharusnya dikeluarkan dari DPS," kata Ketua Panwas Pilkada Sumenep, Moh. Amin, Selasa (22/09/15).

Pemilih 'bermasalah' tersebut terdiri dari nama ganda sebanyak 1.143 orang, pindah domisili 989 orang, pemilih yang telah meninggal sebanyak 579 orang, pemilih fiktif atau tidak dikenal sebanyak 327 orang, pemilih yang menderita sakit jiwa sebanyak 9 orang, TNI Polri 3 orang, dan belum cukup umur 4 orang.

"Sebanyak 3.054 pemilih dengan beberapa kategori itu, seharusnya tidak ada dalam DPS. Tetapi kenyataannya mereka tetap terdaftar. Karena itu KPU harus mengeluarkan atau mencoret 3.054 pemilih 'bermasalah' tersebut," ungkapnya.

Ia menambahkan, temuan-temuan tersebut jumlahnya dimungkinkan akan terus bertambah, mengingat data itu baru berdasarkan laporan 14 kecamatan. Sedangkan 13 kecamatan lainnya, masih dalam proses sinkronisasi.

"Kami mengambil sampel maksimal 5 TPS di masing-masing desa untuk proses sinkronisasi data pemilih dalam DPS. Jadi kalau di suatu desa TPS nya hanya 3, ya semuanya disinkronkan. Tetapi kalau dalam satu desa TPS nya lebih dari 5, maka cukup 5 itu saja yang diambil sampel datanya," papar Amin.

Sesuai hasil rapat pleno terbuka KPU setempat, DPS pilkada Sumenep tercatat 909.610 pemilih, meliputi laki-laki 429.378 pemilih, dan perempuan 480.232 pemilih. Pada tangga 1-2 Oktober, KPU menjadwalkan penetapan DPS menjadi DPT.