- - - -
Facebook  Twitter  Google+

03/09/2015

Pendukung A. Busyro Karim Mulai Bimbang

lintasmaduranews - Pendukung Calon Bupati Sumenep A. Busyro Karim mulai bimbang  dengan adanya sosialisasi petahana tersebut yang disertai diskriminasi terhadap rivalnya dan bersifat provokatif yang dilakukan oleh pendukung lainnya di media sosial.

Salah satu pendukung A. Busyro Karim, warga Desa Talaga, kepulauan Sapudi yang enggan disebut namanya menuturkan, pada awalnya ia dan teman-temannya serta keluarganya mendukung A. Busyro Karim 100%. Namun setelah adanya sosialisasi atau kampanye yang tidak sehat, ia mulai bimbang.

"Awalnya puluhan teman dan keluarga besar saya memutuskan untuk memilih calon nomor 1, namun setelah pendukung-pendukungnya melakukan sosialisasi yang disertai diskriminasi terhadap calon nomor 2 dan bersifat provokatif, akhirnya putusan tersebut kami dicabut dan saat ini masih dalam istikharah lagi," katanya, Kamis (3/9/2015).

Ia mengungkapkan, salah satu pendukung A. Busyro Karim yang sering kali melakukan sosialisasi disertai diskriminasi dan provokasi adalah akun facebook bernama Kang Nur. Sosialisasinya berupa status di facebook, salah satunya di akun SUMENEP BARU yang mempertanyakan apa yang telah diperbuat calon nomor 2 terhadap Sumenep dan pertanyaan sumber dana calon nomor 2. Akibatnya dapat komen dari Facebooker lain yang terkesan Warga Sumenep tidak bersatu.

"Kami senang dan bangga ketika ada sosialisasi calon nomor 1. Namun kami menyayangkan bila disertai diskriminasi dan provokasi seperti yang dilakukan Kang Nur di FB Sumenep Baru. Bersosialisasi ya bersosialisasi, tapi yang wajar dan yang sehat lah karena itu bisa dijadikan pertimbangan oleh pemilih bila memilih nanti. Urusan dana dari mana, ya urusan mereka, terus apa yang telah diperbuat calon nomor 2, ya jika saja calon nomor 2 jadi bupati Sumenep sebelumnya, mungkin tak ada pertanyaan yang tidak berbobot tersebut " ungkapnya.

Warga yang sudah lama menetap di pulau Sapi tersebut berharap agar tim sukses calon nomor 1 memberi pembekalan sosialisasi yang baik kepada pendukungnya sehingga tidak terjadi Black campaign dan konflik dalam pilkada Sumenep.

"Ya orang-orang calon nomor 1 itu, khususnya pendukung yang amatiran perlu dilatih lagi dalam melakukan sosialisasi sehingga memiliki pikiran sehat sehingga calon pemilih memiliki rasa simpatik yang tinggi dan istiqamah mendukungnya," harapnya.