- - - -
Facebook  Twitter  Google+

13/09/2015

Pendukung Cabup-Cawabup Sumenep Busyro - Fauzi Gelar Aksi Sosial Donor Darah

lintasmaduranews - Pendukung pasangan calon bupati dan wakil Bupati Sumenep, A. Busyro Karim dan A. Fauzi yang tergabung dalam 'Relawan Cinta Sumekar', menggelar aksi sosial donor darah selama dua hari  (tanggal 12-13/9/2015) di lokasi yang berbeda di kecamatan Kota.

Aksi sosial donor darah tersebut dihadiri kandidat A. Busyro Karim dan A. Fauzi. Hadir juga Anggota DPR RI, MH. Said Abdullah.

Salam sambutannya, A. Busyro Karim mengatakan, kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk kepedulian terhadap masyarakat Sumenep yang seringkali membutuhkan darah.

"Aksi sosial ini merupakan bentuk perhatian tim pasangan nomor 1 untuk memberikan sesuatu yang berarti bagi masyarakat Sumenep," kata Calon Wakil Bupati Sumenep, A. Busyro Karim.

Ia menambahkan, selain salah satu bentuk kepedulian, kegiatan tersebut juga salah satu kepekaan terhadap krisis darah di PMI Sumenep.

"Sekarang ini khusus untuk yang sakit dan membutuhkan darah. Apalagi katanya di Sumenep ini sering kekurangan stok darah. Makanya 'relawan cinta sumekar' ini menggelar donor darah. Alhamdulillah, banyak sekali yang dengan sukarela mendonorkan darahnya," ujar Busyro.

Sementara Ketua PMI Sumenep, Kurniadi Wijaya mengapresiasi positif aksi sosial donor darah tersebut. Apalagi ternyata dalam aksi sosial itu, mampu memecahkan rekor jumlah pendonor terbanyak.

"Selama 28 tahun saya menjadi Ketua PMI, baru kali ini dalam 1 event aksi donor darah, pendonornya lebih dari 100 orang. Sekarang ini ada 150 pendonor. Ini merupakan rekor pendonor terbanyak," terangnya.

Ia menerangkan, untuk stok darah di PMI Sumenep saat ini terhitung cukup. Ada 230 kantong darah. Namun stok tersebut diperkirakan hanya cukup untuk 2-3 minggu. "Kebutuhan darah di Sumenep ini cukup tinggi. Jadi 230 kantong darah itu hanya cukup paling lama 3 minggu," ujarnya.

Kurniadi menjelaskan darah para pendonor tersebut akan dicek di laboratorium, apakah mengandung 3 penyakit berbahaya yakni HIV, hepatitis, atau sipilis. "Kalau memang hasil laboratoriumnya positif hepatitis dan sipilis, maka darah akan langsung dimusnahkan. Kalau diduga HIV, maka akan dikirim ke lab pusat untuk dicek ulang. Kalau positif, maka yang bersangkutan akan dipanggil dan diberi pembinaan khusus," terangnya.