- - - -
Facebook  Twitter  Google+

05/09/2015

Pengurus Besar NU Dikukuhkan di Masjid Istiqlal

lintasmaduranews - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama periode 2015-2020 dikukuhkan di Masjid Istiqlal Jakarta, Sabtu (5/9/2015). Pengukuhan dilakukan oleh Rais Aam PBNU Ma'ruf Amin melalui proses pengambilan sumpah. Pengemban amanah PBNU berkomitmen akan bekerja keras lebih baik dari yang sebelumnya.

"Marilah kita bekerja keras dan terus-menerus menjaga negara kita, Republik Indonesia, dari orang yang merusak dan membelokkan negara ini dari kalangan kaum radikal, ekstremis, separatis, dan teroris. Ini adalah tanggung jawab dan komitmen kebangsaan NU," kata Ma'ruf.

Ma'ruf mengajak seluruh pengurus bekerja keras melakukan perbaikan-perbaikan kondisi umat, terutama umat NU, agar menjadi umat yang kuat sehingga umat Islam tidak menjadi beban negara, tetapi menjadi aset dan tulang punggung negara.

Di penghujung pengukuhan itu, Ma'ruf meminta para pengurus untuk menjadikan umat bersatu saling mengasihi dan menyayangi sehingga cita-cita NU menjadikan negara lebih berkeadilan dan lebih sejahtera akan segera terwujud. Semua ajakan dan komitmen itu diamini semua pengurus yang berdiri di atas panggung acara.

Proses pengukuhan itu dihadiri seluruh pengurus Tanfidziyah dan Syuriah PBNU 2015-2020. Hadir di acara pengukuhan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan, Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin, dan ribuan warga NU. Sementara sejumlah pengurus PBNU yang hadir di antaranya Ketua Umum Tanfidziyah PBNU Said Aqil Siroj dan Sekretaris Jenderal PBNU Helmi Faisal Zaini.

Dukungan spiritual

Acara pengukuhan itu digelar dalam acara Sholawat dan Istighosah untuk Keselamatan Bangsa. Menurut Helmi, acara ini sekaligus sebagai bentuk dukungan spiritual kepada bangsa Indonesia untuk menghadapi persoalan ekonomi.

Helmi memandang bangsa Indonesia perlu dukungan spiritual untuk menghadapi persoalan bangsa. Salah satunya adalah dengan menggelar istigasah. "Secara spiritual acara ini digelar dalam rangka mengajak NU berdoa untuk bangsanya," katanya.

Ada tiga agenda utama PBNU yang akan terus dibangun, yaitu di sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Tugas-tugas inilah yang akan diemban PBNU periode 2015-2020 yang baru terbentuk dari hasil muktamar ke-33 di Jombang, Jawa Timur, awal Agustus lalu.

Pendekatan ekonomi yang ditawarkan NU terdiri dari tiga model, yaitu partisipatori dengan menggalakkan kegiatan sosial, seperti zakat, sedekah, dan wakaf. Selama ini pemberdayaan ekonomi dengan model partisipatori belum banyak dikembangkan serius. Jika dikelola baik, dia yakin akan ada potensi ekonomi yang bisa diberdayakan.

Saat ini sejumlah pesantren NU sudah mengembangkan model bisnis yang berbasis pesantren, seperti di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dan Sidogiri di Jatim. Hal serupa akan dikembangkan di tempat lain di seluruh Indonesia. Model berikutnya adalah dengan investasi yang telah dikembangkan sebagian tokoh NU.

Harapannya dengan tiga pendekatan yang ditawarkan, NU dapat meringankan beban persoalan bangsa dalam bidang ekonomi.

Senada dengan Helmi, Ketua Umum Tanfidziyah PBNU Said Aqil Siroj mengatakan, NU berkomitmen untuk ikut berperan menyelesaikan persoalan bangsa. Komitmen itu sudah dilakukan NU dalam kiprahnya sebagai organisasi kemasyarakatan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam sambutannya mengharapkan peran NU di Indonesia. Hal ini sangat memungkinkan bisa dilakukan karena NU merupakan organisasi kemasyarakatan di Indonesia. Pengurus menanggung amanat dan tanggung jawab jutaaan umat yang diwakilinya.

Salah satu hal yang diminta adalah menjaga keutuhan bangsa. Dengan keutuhan itu, semua elemen bangsa dapat menghadapi masalah pelik bangsa. "Kita bersyukur, keutuhan bangsa kita masih terjaga. Ini tentu karena peran organisasi kemasyarakatan seperti NU," kata Jusuf Kalla.