- - - -
Facebook  Twitter  Google+

12/09/2015

Petugas Haji Surabaya Sita Jamu Herbal Milik JCH Asal Sumenep

lintasmaduranews - Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya menemukan 31 koper besar berdaya tampung 32 kilogram, milik Jamaah Calon Haji (JCH) dari kelompok terbang (Kloter) 51 asal kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur yang di curigai membawa barang-barang yang telah dilarang oleh pihak panitia. Salah satunya Jamu ramuan herbal.

Kedatangan 445 JCH Kloter 51 ini masuk Asrama Haji Embarkasi Surabaya pada pukul 07.00 WIB, dari Sumenep.

Abdul Rahman, Salah satu pembawa ribuan jamu Rumput Patimah, asal Desa Romben Barat, Kec. Dungkek, Kab. Sumenep, Madura, Jawa Timur ini mengaku barang tersebut hanya titipan dari temannya.

"Iya benar itu tas saya, tapi barang  yang didalam itu (jamu,red) bukan milik saya, hanya titipan teman agar disampaikan kepada saudaranya di Tanah Suci," terangnya, kepada petugas Aviation Securiti (AVSEC) yang sedang berjaga di mesin Xray, di gedung pemeriksaan tas Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Jumat (11/9/2015).

Ditanya tentang baju dan perlengkapan pribadinya, ia mengaku dirinya mengalah dengan menyimpan baju dan perlengkapan pribadinya di atas tumpukan jamu tersebut namun hanya berjumlah sedikit.

Menanggapi kejadian itu, Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya HM Sakur mengatakan 31 koper itu beratnya melebihi ketentuan maksimal 32 kilogram.

"Kami juga mencurigai isi di dalamnya berupa barang terlarang atau ada juga yang tidak terlarang tapi jumlahnya melebihi ketentuan," katanya didampingi wakil sekretaris HM Sutarno P dan staf Humas Bagus Boediman.

Menurut Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Jatim itu, selain jamu, barang lain yang tidak diperkenankan untuk dibawa ketanah suci adalah, gunting, pisau, silet, celurit dan barang-barang cairan berupa kecap, minyak goreng, Rokok dalam jumlah banyak, ikan asin, atau terasi serta barang-barang lain yang mengandung gas yang mudah meledak.

"Itu aturan penerbangan yang berlaku secara internasional,  rokok sebenarnya tidak dilarang hanya dibatasi maksimal 200 batang atau sebatas kepentingan pribadi," katanya.

Ada juga calon haji yang membawa ikan asin dan terasi dalam koper besar miliknya, sehingga baunya tetap menyengat, meski sudah dilapisi plastik.

Ia mengatakan ada juga satu koper besar yang semua isinya merupakan rokok yang dibungkus dengan kain batik Madura.

"Mungkin saja, semua barang itu untuk keluarganya di Tanah Suci, karena di sana memang banyak mukimin asal Madura, tapi aturan penerbangan itu berlaku internasional," katanya.

Selanjutnya, semua barang yang telah disita akan diserahkan kepada petugas daerah untuk dibawa ke Kantor Kemenag di daerah masing-masing supa dapat diambil keluarganya.